23 Rumah Biliar di Bawah Binaan POBSI Bebas Beroperasi Selama Ramadhan

Foto: Foto Bersama Komisi IV dan POBSI (Infokaltim.id/ist).

Infokaltim.id, Samarinda- Sebanyak 23 rumah biliar yang berada di bawah binaan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Samarinda diperbolehkan tetap beroperasi selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie.

“Dari total rumah biliar yang ada di Kota Samarinda, ada kurang lebih 23 tempat biliar yang di bawah binaan POBSI. Ini maksudnya diperjelas. Jadi bukan berarti semua di bawah tanggung jawabnya POBSI. Di sini 23 wadah ini adalah wadah tempat pembinaan para atlet yang ada di Kota Samarinda,” ungkap Novan.

Novan menegaskan bahwa hanya rumah biliar di bawah binaan POBSI yang diperbolehkan beroperasi selama bulan Ramadhan. Sementara, rumah biliar lain yang tidak di bawah naungan POBSI harus ditutup.

“Jadi di luar dari tempat yang ada ini di bawah tanggung jawab POBSI ini adalah tempat yang memang harus ditutup,” imbuhnya.

Rapat hearing ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Samarinda, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dan Pengurus Kota POBSI. Selain itu, perwakilan dari Disporapar dan Dinas Perizinan juga turut hadir dalam rapat tersebut.

Menurut Novan, rapat ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari surat edaran yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Samarinda berkaitan dengan aktivitas di bulan Ramadhan.

“Mengacu dari surat edaran yang sudah dikeluarkan pemerintah kota berkaitan tentang aktivitas di bulan Ramadhan, salah satunya adalah penutupan tempat rumah biliar yang ada di Kota Samarinda,” jelas Novan.

Kendati demikian, Novan menambahkan bahwa pembinaan atlet tetap berjalan meski di bulan Ramadhan. “Jadi sesuai dengan penjelasan dan penyampaian tersebut, ini jelas tidak melanggar surat edaran,” tuturnya.

Ke depannya, Novan berharap pemilik tempat-tempat biliar yang tidak melakukan pembinaan atlet dapat melapor dan memperjelaskan status mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman setiap bulan Ramadhan.

“Ini harus diperjelas. Karena tadi mungkin kawan-kawan mendengar sendiri, ini sudah berlangsung hampir beberapa tahun yang lalu terjadi polemik seperti ini lagi setiap bulan Ramadhan,” katanya.

Novan juga menekankan bahwa pihaknya bersama kawan-kawan dari perizinan dan POBSI akan menyelesaikan permasalahan ini setelah bulan Ramadhan.

“Harus kita selesaikan ini setelah bulan Ramadhan, kita beresin. Jadi pembinaan sendiri, usaha sendiri supaya jelas,” tandasnya.

[Arya|Anl|Ads]

Exit mobile version