Sabtu, April 19, 2025
BerandaBeritaAnggota DPRD Samarinda Kritisi Kendaraan Urgen yang Diwajibak Antre saat Pengisian BBM...

Anggota DPRD Samarinda Kritisi Kendaraan Urgen yang Diwajibak Antre saat Pengisian BBM di SPBU

Infokaltim.id, Samarinda- Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin kritisi kebijakan Pertamina terhadap pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan urgen.

Seperti diketahui bahwa Pertamina memberikan kebijakan scan kode untuk pengisian BBM Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mobil.

Kamaruddin menyayangkan kebijakan tersebut juga berlaku untuk kendaraan urgen seperti ambulance, mobil jenazah, truk sampah dan pemadam kebakaran.

Terlebih, mereka juga diwajibkan untuk ikut mengantre bersama dengan beberapa kendaraan biasanya.

“Ini harusnya dievaluasi lagi, kebijakan seperti ini. Mereka harusnya bisa melihat fungsinya, mereka ini kendaraan urgen yang pasti selalu dibutuhkan,” ungkap Kamaruddin, Rabu (8/5/2024).

Meskipun begitu, dia juga menyadari bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi angka pertamini di Kota Samarinda dan mencegah pengetap melakukan pengisian berulang.

Namun, dia mengingatkan bahwa pengetap tidak hanya dari pengendara mobil, namun lebih banyak dari pengendara motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi.

“Kalau dari Pertamina mau mengambil kebijakan tersebut sudah bagus. Tapi bagaimana dengan yang naik motor dengan tangki besar, tidak usah dimodifikasi. Yang tangkinya besar juga sudah meresahkan, tapi tidak diberlakukan scan kode,” imbuhnya.

Terkhusus pada pengisian pada kendaraan urgen ini, Kamaruddin meminta putusan itu dikaji. Mengingat akan ada beberapa pihak yang tidak setuju.

Dalam implementasinya sendiri, untuk truk sampah, apabila mereka mau mengisi BBM Pertalite atau Solar, tetapi tetap scan dan ikut antrean yang dipertanyakannya.

“Kalau scan okelah masih bisa kita terima, tapi kalau antrean ini. Masa setiap mau isi bensin harus dicuci dulu, dan itu setiap hari, kalau trus sampah ikut antre, kasihan yang lain, tidak nyaman,” ungkapnya.

Sama halnya dengan pemadam yang saat tengah mengantre BBM di SPBU justru mendapat panggilan darurat, tentu mereka tak bisa menjalankan tugasnya, lantaran kendala di bahan bakar.

[Anr|Anl|Ads]

RELATED ARTICLES

Most Popular