
Infokaltim.id, Samarinda- Belakangan ini kasus pelayanan rumah sakit menjadi sorotan publik, pasalnya banyak pasien yang mengeluhkan pelayanan hingga pengobatan banyak menemukan kejanggalan termasuk kasus salah satu pasien penderita jantung yang masih tertinggal kawat pasca operasi di dalam jantungnya.
Selama ini juga pelayanan pegaduang terkait pasca pengobatan disetiap rumah sakit pun masih menyisahkan keluhan bagi pasien karena setiap keluhan yang dialami pasien kerap kali mendapatkan respon yang tidak memuaskan.
Kendati demikian, menanggapi persoalan tersebut Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar mendorong seluruh manajemen fasilitas kesehatan harus menyediakan saluran yang mudah diakses oleh pasien untuk menyampaikan keluhan, kritik dan saran kepada pihak rumah sakit.
Karena Anhar menilai ada penyediaan saluran yang resmi khusus untuk menerima pegaduang dari pasien sehingga komunikasi dua arah dapat terjalin dengan baik dan mendapatkan respon atas keluahan dari pasien untuk dilakukan tidak lanjut.
“Pasien maupun keluarga perlu mengetahui pihak yang dapat dihubungi ketika menemukan persoalan selama mendapatkan pelayanan kesehatan, mereka bisa tahu jalurnya,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan saluran pengaduan dapat menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dengan pengelola fasilitas kesehatan (faskes). Karena itu, informasi mengenai mekanismenya perlu disampaikan secara jelas.
Masyarakat, lanjut Anhar, perlu mengetahui bagaimana keluhan dapat disampaikan ketika merasa membutuhkan penjelasan terkait pelayanan yang diterima.
“Kejelasan itu penting agar masyarakat mempunyai jalur yang dapat digunakan tanpa harus mencari sendiri pihak yang bertanggung jawab menerima pengaduan,” tegasnya.
Anhar menilai mekanisme pengaduan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit. Masukan masyarakat dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk melihat pelayanan dari sisi pasien maupun keluarga.
Karena itu, rumah sakit didorong memberikan informasi mengenai kanal pengaduan secara mudah dan terbuka. Dengan begitu, masyarakat mengetahui tempat yang dapat dituju ketika memiliki keluhan mengenai pelayanan.
Anhar berharap akses tersebut dapat membantu komunikasi antara masyarakat dengan pihak rumah sakit sekaligus memberikan ruang bagi pasien maupun keluarga untuk menyampaikan persoalan melalui mekanisme yang tersedia.
