DPRD Samarinda Apresiasi Ada Puskesmas yang Sudah Bentuk Tim Bina Wilayah untuk Jangkau Pelayanan ke Masyarakat

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie (baju putih) saat berkunjung ke salah satu puskesmas di Samarinda. ()infokaltim.id/ist).

Infokaltim.id, Samarinda – Puskesmas di Kota Samarinda membentuk tim bina wilayah dalam upaya meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tim yang terdiri dari tenaga kesehatan ini membawahi 40 RT di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie mengungkapkan, tim bina wilayah berperan melakukan pendataan, mengidentifikasi masalah kesehatan, hingga menindaklanjutinya dengan kunjungan rumah.

“Jadi ketika misalnya ada kasus ibu hamil pendarahan setelah kami terapi dan berikan penanganan medis yang memerlukan pemantauan, nanti yang mengawasi adalah posyandu dan tim bina wilayahnya,” jelasnya.

Novan sangat mengapresiasi peran tim bina wilayah saat terjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) gondong belum lama ini. Petugas melakukan kontak ke rumah warga untuk melihat kondisi dan lingkungannya. Hal serupa juga dilakukan terhadap penderita TBC dan DBD.

“Termasuk juga meningkatkan kunjungan rumah kepada lansia, karena bisa saja lansia tidak berobat ke Puskesmas ataupun berkunjung ke posyandu karena tidak ada yang mengantar,” imbuhnya.

Pembentukan tim bina wilayah ini merupakan bagian dari upaya Puskesmas mengintegrasikan layanan kesehatan (Integrated Healthcara Service/IHS) yang digaungkan Kementerian Kesehatan. Satu tim bina wilayah terdiri dari 2 orang, meliputi tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, hingga epidemiolog.

Dia menambahkan, selain membina RT, tim ini juga menjangkau posyandu dan sekolah-sekolah di wilayah kerjanya. Pembentukan tim bina wilayah di Puskesmas Sambutan sendiri baru dimulai awal 2025.

“Ini kami lakukan agar masyarakat yang tidak berobat ke Puskesmas bisa kita pantau oleh kader posyandu dan tim bina wilayah,” pungkasnya

Keberadaan tim bina wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Dengan jangkauan hingga ke tingkat RT, masyarakat akan lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

[Arya|Anl|Ads]

Exit mobile version