DPRD Samarinda Minta Jalan Imam Bonjol Sempit, Minta Dishub Atasi Jukir yang Pakai Rompi

Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar saat diwawancarai. (Infokaltim.id/Ist).

Infokaltim.id, Samarinda- Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar sebut parkir tengah kota masih belum mencukupi.

“Kalau kita lihat jalan-jalan di tengah kota, bahwa kita ketahui, jalan sempit kalau ada kantong parkirnya, pasti akan jadi masalah,” ungkap Deni.

Deni mencontohkan, seperti Jalan Pangeran Hidayatullah memang memungkinkan untuk diberlakukan penarikan kantong parkir.

Karena memang, untuk Jalan Pangeran Hidayatullah itu memiliki luasan yang cukup memungkinkan, ditambah lagi, disana banyak menjadi pusat pertokoan.

“Mungkin kalau dijadikan kantong, masih ada space. Tapi kalau jalan-jalan kecil seperti Jalan Imam Bonjol, kalau kita lihat jalan ini, mau dibilang luas, dalam artian luasnya apa dulu?,” urainya.

Karena, menurut Deni, masih banyak yang menggunakan lahan dipinggir jalan. Apalagi didepan dr Sumardi, antrean bisa cukup banyak.

Jajaran Pimpinan DPRD Kota Samarinda mengucapkan Milad Aisyiyah ke-107 tahun. (iklan banner/ads).

“Karena kami setiap hari pasti lewat situ kalau mau ke kantor. Itu kalau sudah sebelah kanan ada, sebelah kiri ada, ditengahnya sempit. Bahkan beberapa kali kemacetan terjadi disana,” tegasnya.

Sedangkan, dirinya juga tidak mengetahui, apakah juru parkir (jukir) yang ada di Jalan Imam Bonjol tersebut dibawah binaan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, atau bukan.

“Sepengetahuan saya, yang mengatur itu masyarakat biasa, tapi tidak tahu kalau memakai rompi dari Dishub. Ini yang menjadi catatan kami,” imbunya.

Dia meminta, Dishub Samarinda agar bisa mengurai kemacetan yang ada di Samarinda, terutama dari sektor parkir di badan jalan.

[Anr|Anl|Ads]