Infokaltim.id, Samarinda- Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Kamaruddin, menyoroti insiden tabrakan yang terjadi di Jembatan Mahakam. Menurutnya, pengawalan terhadap kapal-kapal yang melintas di bawah jembatan harus diperketat untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.
“Memang jembatannya yang harus ditinggikan juga, terus pontonnya ini kan harus ada pengawalan. Sebelum mereka bergerak kan pasti ada izin dulu,” ujar Kamaruddin.
Politisi Fraksi Nasdem ini mengkritisi tidak adanya pengawalan saat insiden tersebut terjadi. “Kalau dilihat dari video itu kan tidak ada pengawalan. Kan harus ada pengawalan dari angkutan sungai,” tegasnya.
Kamaruddin menjelaskan bahwa seharusnya ada peran dari berbagai pihak dalam mengawal pergerakan kapal. “Yang pandu itu kan macam-macam disini. Ada Pelindo, tapi ini kayaknya bukan pemandunya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ada beberapa pihak yang seharusnya terlibat dalam pengawasan kapal. “Itu kan macam-macam di dalamnya. Ada ormas, polisi, SOP, itu ada pengawasan,” kata Kamaruddin.
Menurutnya, tanggung jawab tidak boleh hanya dibebankan kepada pemilik kapal, tetapi juga pada aparat yang mengeluarkan izin pergerakan kapal. “Jadi jangan disalahkan juga dari yang punya perusahaan. Seharusnya dari aparat itu instruksi diri yang terlibat disitu,” ujarnya.
Kamaruddin juga menyarankan agar kapal tidak melintas saat kondisi air pasang. “Kalau masalah ini kan sungai ini kan pasang surut, kalau di waktu pasang jangan mau lewat situ karena bertambah ketinggiannya. Ya mungkin sedang-sedang lah, tidak terlalu surut juga, tidak terlalu naik juga,” jelasnya.
“Jadi perkirakan sebenarnya kalau mau lewat jembatan, kalau memang itu menghalangi, berhenti dulu, tunggu air turun lagi baru lewat,” tambahnya.
Insiden tabrakan di Jembatan Mahakam sebelumnya menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi struktur jembatan yang merupakan infrastruktur vital penghubung antar wilayah di Kota Samarinda.
[Arya|Anl|Ads]