Infokaltim.id, Samarinda- Menghadapi era digital yang semakin masif, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Profesor Haedar Nashir menyoroti pentingnya keseimbangan antara adaptasi teknologi dan pemeliharaan etika bagi generasi muda. Pandangan kritis ini disampaikan dalam ceramah yang menginspirasi pada acara Hari Bermuhammadiyah di Gedung SD Muhammadiyah 5 Samarinda, Sabtu (22/02/2025).
“Fenomena yang kita saksikan saat ini sangat memprihatinkan, dimana handphone telah menggerus adab dalam berinteraksi sosial. Di berbagai majlis, pertemuan, ceramah, bahkan saat ada tamu terhormat, banyak yang lebih fokus pada layar ponsel daripada menghormati forum. Ini menunjukkan degradasi adab yang mengkhawatirkan dalam masyarakat kita,” ungkap Haedar dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Haedar mencontohkan fenomena yang lebih mengkhawatirkan terkait penggunaan ponsel yang tidak pada tempatnya. “Yang lebih memprihatinkan, ketika khutbah Jumat berlangsung, saya sering melihat jamaah yang tampaknya membuka Al-Quran digital, namun ternyata malah asyik membuka berbagai postingan media sosial. Ini sudah melewati batas kewajaran,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Haedar menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang tepat, khususnya di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. “Kita tidak bisa menafikan bahwa teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, bahkan sejak dalam kandungan. Yang kita butuhkan adalah edukasi yang tepat, bukan larangan yang kaku. Orangtua yang melarang anaknya bermain HP tetapi sendirinya terus bermain HP, justru memberikan teladan yang buruk,” jelasnya.
“Perangkat teknologi ini ibarat pisau bermata dua. Kitalah yang menentukan apakah ia akan menguasai hidup kita atau kita yang mengendalikannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Yang diperlukan adalah kebijaksanaan dalam penggunaannya, bukan penolakan total atau ketergantungan berlebihan,” tambahnya dengan bijak.
[Arya|Anl|Ads]