Infokaltim.id, Samarinda – Tugu Pesut yang berada di persimpangan Lembuswana menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, angkat bicara mengenai desain tugu yang menjadi landmark baru Kota Samarinda ini.
“Kota-kota besar saat ini, seperti Singapura, Malaysia, Bali, Denpasar, dan Jakarta, tidak lagi membuat ikonik sesuai dengan bentuk aslinya, tapi menggunakan siluet. Dan ini berhasil menjadi landmark Kota Samarinda,” jelasnya.
Terbukti ketika mencari atau menuliskan kata kunci “Samarinda” di platform Sosial Media, Tugu Pesut ini yang akan muncul paling pertama.
“Kalau bicara masalah anggaran, segala sesuatu tidak bisa dinilai dengan anggaran saja. Kami belum melihat betul soal nilai 1,1 M karena belum tahu aspek apa saja yang dinilai di sana,” ungkapnya.
Terkait anggaran pembangunan, Deni menyatakan Komisi III akan melakukan koordinasi dengan SOPD.
Deni berharap ke depannya akan ada lebih banyak landmark yang menjadi ciri khas Samarinda.
“Dulu kita kenal patung pesut yang ada di depan Mahakam yang sekarang sudah tidak ada. Mudah-mudahan ke depan, selain Tugu Pesut di simpang Lembuswana ini, akan ada landmark lain yang menjadi ikonik Kota Samarinda,” pungkasnya.
[Ary|Anl|Ads]