Infokaltim.id, Samarinda- Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mendesak pemerintah untuk serius mewujudkan target swasembada pangan dalam waktu enam bulan, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian saat kunjungan ke Kaltim beberapa waktu lalu.
Ananda menilai sejumlah wilayah di Kaltim seperti Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur memiliki potensi besar untuk mendukung program tersebut.
“Kita memiliki daerah-daerah yang bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana pemerintah memberikan dukungan nyata terhadap upaya ini,” ujar Ananda pada Selasa (27/5/2025).
Ia menekankan pentingnya pemetaan lokasi prioritas yang bisa segera digarap, mengingat luasnya lahan yang tersedia di Kaltim.
Ananda juga menyarankan agar Dinas Pertanian melakukan pengukuran tingkat kesuburan tanah menggunakan alat seperti soil meter.
“Kalau tanahnya punya pH tinggi, misalnya, pemerintah harus bisa menyusun strategi agar tetap bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelas politisi dari PDI-Perjuangan tersebut.
Meski yakin dengan potensi daerah, Ananda juga mengakui adanya tantangan, terutama dari sisi sumber daya manusia.
Ia menyoroti kurangnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian yang dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi.
“Kita butuh generasi muda untuk terlibat. Sosialisasi program harus dimasifkan supaya mereka tertarik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran petani milenial justru bisa menjadi nilai tambah karena mereka cenderung mampu mengintegrasikan teknologi dalam sistem pertanian, seperti meningkatkan hasil panen atau mempercepat proses budidaya.
Selain itu, Ananda menyebut jika swasembada pangan berhasil dicapai, Kaltim tidak perlu lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.
Hal ini juga diyakini akan berpengaruh pada stabilitas harga dan distribusi hasil pertanian.
“Pemerintah juga bisa ikut dalam membantu penjualan produk petani agar lebih menguntungkan,” tambahnya.
Menurutnya, dukungan anggaran dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota sangat diperlukan agar program ini benar-benar terwujud.
