Infokaltim.id, Samarinda- Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti mengungkapkan keprihatinannya atas seringnya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kaltim akhir-akhir ini.
Ia menilai penyebab utama banjir tersebut adalah berkurangnya daerah resapan air karena banyak lahan yang beralih fungsi menjadi area permukiman.
Sebagai Ketua Fraksi PKB, Damayanti menjelaskan bahwa banyak lokasi baru yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir kini mulai mengalami genangan air, terutama akibat perubahan wilayah resapan menjadi kawasan padat penduduk.
“Contohnya, kawasan perumahan WIKA yang dulu aman dari banjir, sekarang mengalami banjir. Hal ini terjadi karena dulunya area tersebut adalah perbukitan, namun kini berubah menjadi perumahan,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Lebih lanjut, Damayanti menyebutkan fenomena serupa juga terjadi di beberapa daerah lain yang awalnya bebas dari banjir, tapi kini ikut terdampak.
“Banyak daerah resapan air yang kini tertutup dan bahkan berubah menjadi kawasan permukiman,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan yang berlangsung pesat di Kaltim belum sepenuhnya memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan.
“Kami mendukung kemajuan suatu wilayah, namun penting untuk tetap menjaga keseimbangan dengan kelestarian lingkungan,” tegas Damayanti.
Ia juga menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap perizinan pembangunan agar fungsi resapan air alami tidak terganggu, guna meminimalisir risiko bencana banjir.
“Pemerintah daerah dan pihak berwenang harus lebih cermat dalam mengawasi izin pembangunan yang dapat menghilangkan fungsi resapan air,” pungkasnya.
