Infokaltim.id, Samarinda- Tahun 2025 akan segera memasuki kwartal ketiga. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengingatkan agar serapan anggaran berjalan sesuai target. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memerhatikan serapan anggaran mereka dan terpenting program OPD bisa benar-benar bermanfaat untuk rakyat.
“Serapan anggaran kita masih di bawah 50 persen. Ini harus menjadi catatan penting bagi bapak ibu semua,” kata Gubernur Rudy, saat memimpin briefing rutin bersama para kepala OPD lingkup Pemprov Kaltim, Senin (30/06/2025) di Ruang Ruhui Kantor Gubernur Kaltim.
Oleh karena itu, Rudy meminta seluruh OPD lingkup Pemprov Kaltim untuk memitigasi program-program yang berpotensi menyebabkan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).
Karena berbagai kondisi, silpa seringkali sulit dihindari. Tapi Rudy mengingatkan agar potensi silpa bisa diminimalkan. Caranya dengan segera melakukan mitigasi dan tindak lanjut terukur pelaksanaan kegiatan, serta tetap dalam koridor hukum yang berlaku.
Orang nomor satu Kaltim itu tidak ingin terjadi pemborosan dan korupsi dalam belanja pengadaan barang dan jasa.
“Terpenting yang harus dicatat dan perlu saya ingatkan lagi, bahwa kegiatan dari APBD kita diprioritaskan kepada belanja publik dan pelayanan dasar,” tegasnya.
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan belanja infrastruktur harus menjadi prioritas. Gubernur tidak ingin proyek infrastruktur yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih baik lagi jika kegiatan diarahkan untuk program-program padat karya. Sebab kondisi ekonomi nasional saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pemutusan hubungan kerja masih akan terus terjadi. Bukan tidak mungkin hal itu juga akan berdampak ke Kaltim.
“Yang terpenting jaga serapan anggaran. Tolong buat jalan keluar, jangan sampai terjadi silpa yang besar,” pesan Gubernur lagi.
[hms|anl|adv diskominfo kaltim]
