Infokaltim.id, Samarinda- Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi pilar untuk membangun karakter lulusan yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan sesuai jurusan saja melainkan juga membina mahasiswa/i mampu membaca Al-Qur’an.
Hal itu menjadi ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah diseluruh Indonesia maupun luar negeri, termasuk Kampus UMKT yang terus melakukan upaya pembinaan mentor yang bertugas membimbing mahasiswa/i agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Wakil Rektor IV Bidang AIK dan Sumber Daya Insani, Suprayitno menyebutkan bahwa Lembaga AIK ini selain memberikan mata kuliah tentang keagamaan juga memasikan seluruh mahasiswa/i agar mampu membaca Al-Qur’an.
“Karena ini wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa/i, sehingga ada pembinaan melalui mentoring yang bertugas untuk melakukan pembinaan dan pembimbingan,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Keseriusan Kampus UMKT membentuk karakter mahasiswa/i yang berlandaskan nilai-nilai Islam, dengan misi menghasilkan lulusan berkarakter Islami itu kata Suprayitno bahwa pihaknya memberikan jadwal perkuliahan khusus untuk mata kuliah keagamaan dan mentoring lainnya salah satunya adalah belajar Al-Qur’an.
“Ini bertujuan untuk semua mahasiswa yang lulus dari Kampus UMKT mampu memahami dan menterjemahkan dalam kehiduapan sehari-harinya tentang nilai-nilai keagamaan dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara Ketua Lembaga AIK dan MKDU UMKT, Fitroh Asriyadi menegaskan bahwa program ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup tentu harus mampu membaca dan memahami isi kandungan Al-Qur’an.
“Kami ingin terus membina dan membentuk generasi muda unggul secara akademik juga memiliki karakter Islami yang kokoh dan berintegritas, melalui program membaca Al-Qur’an,” pungkansya.
Menurutnya, mahasiswa/i harus memiliki kompetensi akademik yang berbasis ilmu keagamaan untuk memperkuat ilmu yang berdasarkan jurusan masing-masing.
“Jadi ilmu agama termasuk membaca dan belajar Al-Qur’an sebagai pondasi utama memahami nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan hidup mereka ke depan,” terangnya.
Lanjut, Fitroh, bahwa mahasiswa yang belum memenuhi standar akan mendapatkan bimbingan khusus untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran mereka.
“Dan bagi yang belum lancar juga akan dibimbing sampai bisa membaca dengan baik dan bener,” demikian tutupnya.
[anl]
