Infokaltim.id, Samarinda- Pengendalian banjir di Kota Tepian kini terus digodok oleh Pemerintah Kota Samarinda, salah satunya adalah pembangunan kolam retensi kurang lebih 5 hektar di Bengkuring Samarinda Utara telah selesai dibangun akhir 2025 lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar, dirinya mengapresiasi Pemkot atas perhatiannya terhadap pembangunan infrastruktur dalam rangka pengendalian banjir di Samarinda yang kerap terjadi ketika insentitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air.
“Jadi total keseluruhan kolam retensi itu mencapai 16 hektar, setidaknya mengurangi debit air yang mengalir ke kota,” ujarnya.
Kata Deni bahwa kolam rentensi tesebut dengan daya tampung air diperkirakan mencapai lebih dari 300 ribu meter kubik. Setidaknya dengan kapasitas ini dapat mengurangai dampak banjir di perkotaan.
“Kami terus mendorong agar tidak hanya membangun 16 hekat kolam retensi tapi infrastruktur penunjang lainnya sehingga penanggulangan banjir dapat teratasi.
Selain itu, Deni menyebutkan masih terdapat sisa pembangunan tanggul sekitar dua kilometer yang belum tersambung hingga ke kawasan Betapus. Menurutnya, selama tanggul belum terbangun sepenuhnya, air dari Sungai Karang Mumus dan anak sungainya masih berpotensi melimpas ke kawasan perumahan Bengkuring.
“Akan segera berkomunikasi dengan BWS Kalimantan IV untuk menanyakan kepastian realisasi pembangunan sisa tanggul tersebut. Hal ini dinilai penting agar sistem perlindungan kawasan Bengkuring dari banjir bisa berfungsi maksimal,” pungkasnya.
Kendati demikian, Politisi Gerindra ini menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap pembangunan kolam retensi dan infratruktur lainnya.
“Kami berharap setiap pembangunan infrastruktur dapat memberikan dampak manfaat bagi masyarakat, terutama upaya penanggulangan banjir,” tutupnya.
[ary|anl|ads]
