Infokaltim.id, Samarinda – DPC Partai Gerindra Kota Samarinda menyatakan membuka peluang koalisi dengan partai-partai lain untuk memenangkan bakal calon yang mereka usung pada Pilkada Samarinda 2029. Di saat yang sama, partai berlambang kepala burung garuda ini menegaskan komitmen untuk melanjutkan program Probebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) yang selama ini menjadi program unggulan Walikota Samarinda Andi Harun.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Samarinda, Mujiyanto, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers usai konsolidasi DPC Gerindra Samarinda, Jumat (05/06/2026). Ia menegaskan, koalisi bukan sekadar opsi, melainkan keharusan untuk membangun barisan kemenangan yang lebih besar.
“Kami berharap wajib koalisi. Karena kalau makin besar kita untuk menggabung barisan kemenangan, tentunya butuh koalisi. Itu kami sangat setuju,” tegas Mujiyanto.
Terkait ambang batas pencalonan, Mujiyanto menyebut aturan terbaru menetapkan threshold 4 persen, sehingga kemungkinan besar pencalonan kepala daerah akan membutuhkan dukungan dari beberapa partai. Pembahasan soal figur calon wakil walikota juga masih bersifat tentatif dan akan dibahas lebih lanjut sesuai perkembangan situasi politik.
Soal keberlanjutan program Probebaya, Mujiyanto dengan tegas menyatakan bahwa program tersebut tidak boleh ditinggalkan oleh siapapun yang akan memimpin Samarinda ke depan. Menurutnya, program Probebaya yang mencakup 1.700-an RT di Samarinda telah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
“Program Probebaya itu jangan dilepaskan. Kita membawa untuk keberlanjutan. Dan program itu jujur dicetuskan awal mulanya dari Partai Gerindra, pada saat Bapak Dr. Andi Harun menjadi Walikota sekarang,” kata Mujiyanto.
Lebih jauh, Gerindra Samarinda juga berencana mensinkronisasikan program-program prioritas pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dengan visi pembangunan Kota Samarinda ke depan. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih disebut akan diintegrasikan ke dalam platform kampanye calon yang mereka usung.
“Karena di pusat ini Pak Prabowo adalah ketua umum kami, tentu program-program beliau juga mulia sampai ke masyarakat paling bawah. Nah, tentu ini juga kita akan masukkan kepada calon kita ke depan supaya bisa sinergi,” ujar Mujiyanto.
Untuk memastikan program-program tersebut terumuskan dengan baik, DPC Gerindra Samarinda berencana melibatkan konsultan atau kalangan akademisi dalam penyusunan platform kebijakan calon yang mereka usung. Langkah ini diambil agar setiap program yang ditawarkan kepada masyarakat memiliki landasan yang kuat dan terukur.
Mujiyanto juga menyinggung perkembangan wacana nasional soal kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dari dipilih langsung oleh rakyat menjadi dipilih oleh DPRD. Namun ia menegaskan, DPC Gerindra Samarinda masih menunggu arahan resmi dari DPP Gerindra terkait hal tersebut sebelum mengambil sikap.
[Ary|Anl|Ads]
