
Infokaltim.id, Samarinda– Fenomena manusia silver yang masih kerap ditemui di sejumlah persimpangan jalan di Kota Samarinda dinilai memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.
Upaya penertiban yang selama ini dilakukan pemerintah dianggap penting, namun belum cukup untuk mengatasi persoalan apabila tidak disertai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa keberadaan manusia silver tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan ketertiban umum.
Menurutnya, fenomena tersebut merupakan dampak dari berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan solusi jangka panjang.
Ia menyampaikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban melalui kegiatan pengawasan dan penertiban secara rutin.
Namun, razia yang dilakukan secara berkala tidak akan memberikan hasil maksimal apabila masyarakat yang terjaring tidak memiliki alternatif pekerjaan atau sumber penghasilan yang lebih layak.
“Penertiban harus dilakukan secara rutin dan konsisten, tidak cukup hanya sekali. Jika hanya sesekali dilakukan, mereka akan kembali lagi ke lokasi yang sama,” ujar Rohim.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang memilih menjadi manusia silver didorong oleh kondisi ekonomi yang sulit.
Terbatasnya lapangan pekerjaan serta minimnya kesempatan memperoleh penghasilan yang stabil membuat sebagian warga menjadikan aktivitas di jalan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena itu, Rohim menilai pemerintah daerah perlu mengubah pola penanganan dari yang hanya berorientasi pada penegakan aturan menjadi pendekatan yang lebih menyeluruh.
Program pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan kerja, pembukaan lapangan pekerjaan, hingga bantuan bagi kelompok rentan dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi fenomena tersebut secara bertahap.
Ia menekankan ketika masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan penghasilan yang lebih pasti, ketergantungan terhadap aktivitas mencari uang di jalan dapat ditekan.
Langkah tersebut dinilai akan memberikan dampak yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan operasi penertiban.
Selain faktor ekonomi, Rohim juga mengingatkan adanya risiko keselamatan yang ditimbulkan dari aktivitas manusia silver di persimpangan jalan.
Kehadiran mereka di tengah arus kendaraan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, baik bagi pengguna jalan maupun para pelaku itu sendiri, khususnya di ruas jalan dengan volume kendaraan yang tinggi.
Oleh sebab itu, ia meminta Satpol PP tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif serta merespons setiap laporan masyarakat mengenai keberadaan manusia silver di berbagai titik di Kota Samarinda.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban ruang publik sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Meski demikian, Rohim menegaskan bahwa upaya penertiban tidak boleh berhenti pada tindakan represif semata.
Pemerintah juga harus memastikan adanya tindak lanjut berupa pembinaan dan pemberdayaan agar masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan di jalan memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia berharap pemerintah daerah mampu menghadirkan kebijakan yang menyeimbangkan antara penegakan peraturan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan tersebut diyakini mampu memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan penanganan yang hanya berfokus pada dampak yang terlihat di lapangan.
“Persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi ketertiban. Kita juga harus memahami kondisi ekonomi masyarakat yang mendorong mereka turun ke jalan untuk mencari penghasilan,” katanya.
Rohim optimistis fenomena manusia silver akan berangsur menurun apabila pemerintah berhasil memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu kunci dalam mengurangi berbagai persoalan sosial yang muncul di ruang publik.
“Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kesempatan kerja semakin terbuka, saya yakin fenomena manusia silver akan berkurang secara bertahap. Yang dibutuhkan adalah solusi yang menyentuh akar masalahnya,” pungkasnya.
[anr|anl|ads]
