Jumat, Agustus 14, 2026
BerandaBeritaDPRD Bontang Kritik Pola Kerja Proyek Jargas, Harusnya Langsung Segera Uji Per...

DPRD Bontang Kritik Pola Kerja Proyek Jargas, Harusnya Langsung Segera Uji Per Segmen

Infokaltim.id, Bontang – Pola pengerjaan proyek jaringan gas (jargas) di Kota Bontang menuai kritik. Kontraktor dinilai terlalu banyak membuka titik galian secara bersamaan, sementara sejumlah ruas yang pemasangan pipanya telah rampung justru belum segera diuji dan ditutup kembali.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib menilai metode tersebut membuat pekerjaan terkesan berjalan lambat sekaligus memperpanjang gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Menurutnya, kontraktor seharusnya menuntaskan pekerjaan per segmen sebelum membuka galian di lokasi lain.

Sahib mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak bekas galian proyek jargas yang belum dikembalikan seperti semula. Bahkan, sebagian lubang tertutup material akibat terbawa air hujan maupun karena ditangani sendiri oleh warga.

“Yang kami lihat, hampir semua titik galian belum selesai seratus persen. Ada yang tertutup karena hujan membawa material, bahkan ada yang ditutup sendiri oleh warga. Itu bukan hasil pekerjaan kontraktor,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu menilai pengerjaan secara bertahap jauh lebih efektif. Setelah pemasangan pipa pada satu ruas selesai, kontraktor seharusnya segera melakukan pengujian tekanan untuk memastikan sambungan jaringan aman dan tidak mengalami kebocoran.

Jika hasil pengujian memenuhi standar, bekas galian dapat langsung ditutup dan kondisi jalan dipulihkan. Setelah itu, pekerjaan baru dilanjutkan menuju segmen berikutnya.

“Jangan seluruh kota digali dulu baru nanti dites sekaligus. Kerjakan satu segmen, lakukan pengujian, setelah itu langsung ditutup. Cara seperti itu jauh lebih aman bagi masyarakat,” jelas Sahib.

Menurut dia, metode tersebut bukan hanya mengurangi risiko kecelakaan akibat lubang terbuka. Pengawasan pekerjaan juga akan lebih mudah dilakukan. Kontraktor pun dapat lebih cepat mengetahui lokasi persoalan apabila ditemukan kebocoran ketika pengujian jaringan berlangsung.

Sahib mengaku cukup memahami mekanisme pengerjaan jaringan gas karena pernah mendampingi proyek serupa di Bontang. Dari pengalaman itu, penyelesaian per segmen dinilai lebih efektif dibandingkan membuka banyak titik pekerjaan secara bersamaan.

Komisi C DPRD Bontang juga menyoroti dampak galian yang terlalu lama dibiarkan terbuka. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar proyek.

Persoalan itu bakal dimintai penjelasan langsung kepada pihak pelaksana. Komisi C telah mengusulkan pemanggilan kontraktor melalui Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Bontang. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi progres sekaligus meminta penjelasan terkait metode pengerjaan proyek jargas di lapangan.

“Kami ingin kontraktor mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana proyek ini segera diselesaikan tanpa terus menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Komisi C berharap evaluasi tersebut mendorong perubahan pola pengerjaan sehingga setiap titik yang telah selesai dipasang dapat segera diuji dan ditutup. Dengan begitu, pembangunan jaringan gas tetap berjalan tanpa membuat masyarakat terlalu lama menanggung dampak pekerjaan di jalan.

[ayu|anl|adv dprd bontang]

RELATED ARTICLES

Most Popular