Infokaltim.id, Penajam– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut mengambil bagian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Sekitar 20 personel dikerahkan untuk membantu kegiatan penanganan kebakaran di lapangan.
Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali, mengatakan penanganan karhutla secara komando berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, Satpol PP tetap memberikan dukungan ketika menerima permintaan bantuan maupun informasi adanya kejadian kebakaran.
Menurutnya, keterlibatan personel Satpol PP merupakan bentuk dukungan lintas instansi untuk memperkuat upaya penanganan karhutla, terutama ketika jumlah petugas di lapangan membutuhkan tambahan tenaga.
“Untuk penanganan karhutla, komando berada di BPBD. Namun, ketika ada permintaan bantuan atau informasi mengenai kejadian kebakaran hutan dan lahan, Satpol PP turut membantu dengan mengerahkan personel ke lapangan,” ujar Bagenda.
Ia menjelaskan, tugas anggota Satpol PP tidak hanya sebatas membantu dari sisi dukungan personel. Ketika tenaga pemadaman di lokasi masih kurang, anggota juga ikut terlibat langsung dalam pekerjaan teknis untuk membantu petugas.
Bentuk dukungan tersebut antara lain membantu proses pemadaman, menarik selang, hingga pekerjaan lain yang dibutuhkan selama penanganan kebakaran berlangsung.
“Keterlibatan kami tidak hanya sebatas mendukung personel pemadaman. Jika tenaga di lapangan masih kurang, anggota juga ikut membantu proses pemadaman, termasuk menarik selang dan pekerjaan lainnya,” jelasnya.
Bagenda menyebutkan, jumlah personel Satpol PP yang selama ini ikut terlibat dalam kegiatan penanganan karhutla mencapai sekitar 20 orang. Mereka dikerahkan sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan instansi yang menjadi komando penanganan di lapangan. Selain menyiapkan personel, Satpol PP PPU juga memiliki armada kendaraan untuk mendukung mobilisasi anggota menuju lokasi kebakaran.
Saat ini, tersedia satu unit mobil yang telah disiagakan untuk menunjang kegiatan tersebut. Kendaraan itu memiliki kapasitas sekitar satu regu atau 11 personel. Apabila kebutuhan tenaga di lapangan lebih banyak, Satpol PP juga menyiapkan kendaraan jenis truk untuk membantu mengangkut personel tambahan.
“Kami memiliki satu unit mobil yang sudah disiagakan untuk mendukung kegiatan tersebut. Kapasitasnya untuk satu regu, sekitar 11 orang. Jika personel yang dibutuhkan lebih banyak, kami juga memiliki truk yang bisa digunakan,” ungkap Bagenda.
Ia menegaskan, dukungan personel dan kendaraan tersebut merupakan bagian dari keterlibatan Satpol PP dalam membantu pemerintah daerah menghadapi karhutla. Dengan adanya koordinasi antarlembaga, diharapkan kebutuhan tenaga di lokasi kebakaran dapat terpenuhi sehingga proses penanganan berjalan lebih efektif.
“Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, Satpol PP hingga aparat keamanan dan pihak lainnya, menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla yang berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat di PPU,” tutupnya.
[nly|anl|adv kmf ppu]
