
Infokaltim.id, Samarinda– Menyikapi fenomena kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Kota Samarinda akibat minimnya curah hujan serta karhutla yang masih terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengambil langkah siaga.
DPRD mendorong koordinasi intensif lintas instansi guna memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik di tingkat sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menyoroti ketebalan kabut asap yang kian kasat mata dan berpotensi memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak.
Menurutnya, penetapan kebijakan pembelajaran di sekolah harus berpatokan pada data riil kualitas udara dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta BMKG.
“Kabut asap di Kota Samarinda mulai terlihat lumayan tebal,” kata Harminsyah.
Ia menyebut dari Komisi IV akan berkoordinasi terlebih dahulu secara resmi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat evaluasi kualitas udara, apakah sudah memenuhi standar untuk mengusulkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.
Harminsyah menekankan bahwa koordinasi mendalam sangat krusial agar rekomendasi yang dikeluarkan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan indikator kesehatan yang terukur.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Samarinda melalui Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Sekda Kota Samarinda, Eko Suprayetno, menjelaskan bahwa penerapan PJJ bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi paparan asap di tiap kawasan.
Mengingat kualitas udara di sejumlah titik tergolong buruk, sekitar 20 SD dan SMP di wilayah terdampak parsial telah memberlakukan PJJ berdasarkan rekomendasi Puskesmas setempat.
“Jadi kami koordinasi dengan sekolah-sekolah se-Kota Samarinda itu supaya berkoordinasi dengan Puskesmas masing-masing,” singkat Eko.
Langkah responsif yang berorientasi pada data kesehatan ini mendapat apresiasi dari DPRD. Komisi IV menegaskan akan terus mengawal perkembangan situasi udara di Kota Tepian.
Sinergi antara kesiapsiagaan sekolah, pemantauan kualitas udara, dan pencegahan pembakaran lahan diharapkan dapat meredam dampak buruk kabut asap bagi kesehatan generasi muda Samarinda.
[tra|anl|adv]
