Infokaltim.id, Penajam- Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Kantor Bupati Jalan Provinsi KM 9 Penajam, Jum’at (09/10/2026).
Dalam pembukaan Rapimwil II PWPM Kaltim dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM), Najih Prasetyo, Ketua PWM Kaltim, Kyai Jafron, Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus, Sekda PPU, Tohar, Wakil Ketua Komisi IV, DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, Ketua Fraksi Partai PAN DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah PPU dan ortom Muhammadiyah Kaltim, Kodim dan Polres PP, Bankaltimtara, beserta seluruh tamu undangan organisasi kepemudaan PPU, Anggota DPRD PPU, M. Bijak Ilhamdani.
Rapimwil II PWPM Kaltim digelar selama dua hari mulai 09-10 Oktober 2026 dengan dihadiri seluruh peserta dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten/kota se Kaltim.
Dalam sambutan Sekda PPU, Tohar mewakili Bupati Mudyat Noor menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat bagi Pemuda Muhammadiyah Kaltim menggelar kegiatan Rapimwil II di Penajam.
“Selamat atas terselenggaranya Rapimwil, terima kasih atas kepercayaan menunjuk PPU sebagai tuan rumah,” ucapnya.
Tohar menyebutkan dengan Rapimwil ini, Pemuda Muhammadiyah Kaltim tetap memperkuat organisasinya, dan melahirkan program dan kebijakan yang memberikan dampak bagi pemerintah daerah.
“Dengan kegiatan ini kami turut mendoakan dan menyakini Rapimwil ini di pandangan penting untuk membangun persepsi yang sama, untuk tujuan bersama dan akan menghasilkan keputusan sesuai dengan perrmasalahan dan fenomena disekeliling kita,” tuturnya.
Terutama kata Tohar, dalam fenomena sosial, ekonomi, politik, akhlak, lingkungan dan aspek lainnya sebagai sebuah gerakan kolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, dalam forum Rapimwil II PWPM Kaltim ini, Tohar mengimbau seluruh masyarakat khususnya di PPU agar saling menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan kebakaran lahan dan hutan yang tegah terjadi saat cuasa panas ekstrim seperti ini.
“Saat ini PPU sedang mendung karena asap kirim dari wilayah Kalimantan Selatan, jadi kami tidak bosan-bosan mengingatkan agar masyarakat tidak boleh membakar lahan dengan dalil mengatasnamakan kearifan lokal, harus dihindari, tidak boleh,” imbunya.
Tohar menilai, bahwa organisasi kepemudaan sangat penting dalam dan memilik peran strategis dalam mengidentifikasi persoalan di tengah masyarakat dan mendorong lahirnya solusi konkret. Karena itu, Pemerintah Kabupaten PPU terbuka terhadap sinergi dan kolaborasi dengan Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung berbagai program pembangunan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
“Mudah-mudahan dalam forum Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Kaltim ini dapat melahirkan program, ide gagasan dan keputusan yang mampu menjawab tantangan serta bermanfaat bagi pembangunan daerah diberbagai sektor dan bermanfaat bagi keumatan, bangsa dan negara,” ujarnya.
Sementara dalam sambutan Ketua PWPM Kaltim, Adam Muhammad, menyampaikan apresiasinya terhadap PDPM PPU yang telah menjadi tuan rumah sekaligus Pemkab PPU yang telah memfasilitasi suksesnya kegiatan Rapimwil II ini.
“Terima kasih teman Pemuda Muhammadiyah PPU dan Pak Sekda PPU (Tohar, red) yang telah memberikan fasilitas untuk kegiatan Rapimwil ini dan seluruh senior-senior Muhammadiyah pun turut menyuport kegiatan ini hingga berjalan lancar,” ujarnya.
Kegiatan Rapimwil II PWPM Kaltim ini kata Adam, menjadi momentum penting dalam merumuskan sejumlah hal dalam merespon dinamika internal maupun eksternal.
“Secara internal mengkonsolidasikan gerakan pemuda Muhammadiyah untuk memperkuat organisasi tetap solid dalam memperjuangkan ide gagasan dan program yang menjadi konsentrasi gerakan teman-teman Pemuda Muhammadiyah,” sebut Adam.

Kemudian, Adam menambahkan, berdasarkan tema yang diusung dalam Rapimwil II PWPM Kaltim ini yaitu “Bertumbuh dan Mengakar untuk Kaltim Maju” ini adalah turunan dari tema besar Tanwir Pemuda Muhammadiyah Pusat di Bali sangat relevan terhadap gerakan pemuda ke depan untuk menguatkan proses kaderisasi tetap bertumbuh dan mengakar.
“Artinya Pemuda Muhammadiyah Kaltim harus memperkuat gerakan kaderisasi bertumbuh secara filosofis dan mengakar kuat baik dalam gerakan ideologis yang mapan tentu memberikan dampak bagi Muhammadiyah, umat, bangsa dan negara khususnya di Kaltim,” ungkapnya.
Selain itu, kata Adam dinamika eksternal pemuda Muhammadiyah harus menyikapi demi menyongsong pembangunan Kaltim maju, tentu melalui forum Rapimwil ini mampu melahirkan rekomendasi dalam pemangku kebijakan publik dipandang penting agar pemuda Muhammadiyah terus menyampaikan kritik, saran hingga kolaborasi gagasan untuk melahirkan keputusan dan kebijakan yang mampu memberikan dampak secara menyeluruh bagi masyarakat Kaltim.
“Hal ini perlu dirumuskan oleh forum Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Kaltim agar melahirkan kebijakan dan program yang memberikan kebermanfaatan bagi semesta,” pungkasnya.
[ard|anl|adv kmf ppu]
