Sabtu, Oktober 17, 2026
BerandaBeritaKarhutla Mengancam, Sekda PPU Ajak Pemuda Muhammadiyah Aktif Edukasi Warga

Karhutla Mengancam, Sekda PPU Ajak Pemuda Muhammadiyah Aktif Edukasi Warga

Infokaltim.id, Penajam– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajak organisasi kepemudaan terlibat aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul ancaman kebakaran dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat, tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran dan tim penanggulangan bencana.
Ajakan tersebut disampaikan Tohar saat mewakili Bupati PPU Mudyat Noor dalam Rapat Pimpinan Wilayah II (Rapimwil II) Pemuda Muhammadiyah Kaltim di Kabupaten PPU, Jumat (9/10/2026).

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, untuk turut berperan aktif menyampaikan imbauan kepada lingkungan masing-masing. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan,” kata Tohar dalam sambutannya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan, termasuk untuk membuka lahan perkebunan. Kondisi cuaca panas, angin kencang, dan vegetasi yang mengering berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran lebih sulit dikendalikan.

Menurut Tohar, berdasarkan informasi koordinasi kebencanaan yang diterima pemerintah daerah, Kabupaten Paser telah menaikkan status penanganan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana setelah terjadi peningkatan titik panas.

Sementara itu, PPU masih berada pada status siaga darurat yang ditetapkan sejak akhir Juni. Meski kondisi kebakaran di PPU disebut masih terkendali, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.

Dampak karhutla juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan kerugian, serta membahayakan kesehatan akibat paparan kabut asap. Tohar mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla, mulai dari pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, satuan tugas karhutla, hingga TNI dan Polri.

Namun, ia menilai upaya penanganan tersebut perlu didukung tindakan pencegahan dari masyarakat. Organisasi kepemudaan dinilai memiliki ruang untuk membantu menyebarkan informasi, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kesadaran kolektif sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia berharap Pemuda Muhammadiyah Kaltim dapat mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui kegiatan edukasi dan penguatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Dalam Rapimwil II yang mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Kalimantan Timur” itu, Tohar juga menegaskan pentingnya kontribusi organisasi kepemudaan dalam menjawab persoalan sosial dan mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten PPU, kata dia, terbuka untuk bersinergi dengan Pemuda Muhammadiyah dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan.

[nly|anl|adv kmf ppu]

RELATED ARTICLES

Most Popular