Infokaltim.id, Samarinda- Salah satu kewajiban umat Islam dalam perayaan Hari Raya Idul Adha adalah selain mmengerjakan sholat juga diwajibkan melakukan penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan simbol penyucian harta.
Hal itu dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menyalurkan hewan kurban sebanyak 27 ekor hewan pada momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Penyaluran sejumlah hewan kurban itu merupakan implementasi mata kuliah AIK UMKT yang diampuh oleh mahasiswa yang tidak hanya belajar tentang teori semata, melainkan juga menerapkan secara nyata dari mata kuliah keagamaan.
Wakil Rektor III Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Suprayitno, menyebutkan hewan kurban yang disalurkan adalah hasil dari projek mahasiswa yang diajari sejak dini untuk menerapkan ajaran-ajaran agama agar mereka paham terhadap kewajibannya dan ketaatan kepada sang pencipta melalui perintah-perintah-Nya.
“Alhamdulillah program ini terus kami gaungkan kepada mahasiswa juga menjadi belajar tentang ajaran dan nilai-nilai sosial-keagamaan, dan ini juga sebagai bentuk pengabdian terhadap sosial-kemasyarakatan,” ungkapnya.

Dia mengapresiasi seluruh mahasiswa dan civitas Kampus UMKT yang terus konsisten terhadap program-program yang telah dicanankan yang tidak hanya mengarahkan kepada pembelajaran tentang teori semata tapi implementasi langsung yang sangat berdampak pada pengabdian terhadap masyarakat.
Sementara, Ketua Lembaga AIK UMKT, Fitroh Asriyadi menyebutkan, bahwa hewan kurban itu diserahkan ke sejumlah masjid-masjid yang berada di Samarinda.
“Jadi sebanyak 27 hewan itu dibagi ke masjid-masjid untuk dikelola dan diserahkan daging kurban ke lingkungan sekitar masjid, ada 2 sapi dan 25 kambing,” ujarnya.
Kata Fitroh, dari sekian masjid yang diberikan hewan kurban dari UMKT itu, pihaknya juga menginstruksikan seluruh mahasiswa UMKT turut membantu proses penyembelihan hingga membagikan daging kurban ke masyarakat.

“Jadi setiap hewan yang kami salurkan itu ada kelompok-kelompok mahasiswa yang turut membantu, ini mengajarkan mereka tidak hanya belajar di kelas saja, tapi paling penting adalah praktek langsung di lapangan dan bentuk dakwah maupun pengabdian terhadap sosial keagamaan dan kemasyarakatan,” pungkasnya.
Dia mengharapkan program ini terus memberikan dampak positif terhadap masyarakat yang merupakan bentuk impelemtasi dari mata kuliah yang diajarkan di kelas.
[anl]
