Sabtu, Juli 18, 2026
BerandaBeritaKerja Sama Sister-Province Kaltim-Anhui Mulai Masuki Tahap Implementasi Teknologi Pengelolaan Air

Kerja Sama Sister-Province Kaltim-Anhui Mulai Masuki Tahap Implementasi Teknologi Pengelolaan Air

Infokaltim.id, Samarinda – Setelah menunggu cukup lama, langkah konkret kerja sama sister-province antara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Provinsi Anhui, Tiongkok, akhirnya terealisasi melalui audiensi resmi yang digelar di Ivory Restaurant, Hotel Mercure Samarinda, Selasa (09/12/2025).

Pertemuan ini dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, perwakilan Anhui Yajing Rainwater Utilization Technology Co., Ltd, serta anggota DPRD Kaltim, termasuk Komisi II yang selama ini fokus pada isu banjir dan pengelolaan air.

Audiensi tersebut membahas pemanfaatan berbagai teknologi pengelolaan air dari Anhui, mulai dari sistem penampungan air hujan, penyediaan air bersih, drainase modern, hingga teknologi pengolahan air.

Pemerintah Provinsi Kaltim menekankan pentingnya seluruh peserta membawa data terkait curah hujan, pengelolaan air, dan kondisi banjir untuk dijadikan bahan evaluasi bersama.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menyebut pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim bersama pihak Anhui.

“Provinsi Kalimantan Timur telah menjalin kerja sama dengan Provinsi Anhui sebagai twin sister. Sekarang tinggal tahap follow-up,” kata Sabaruddin.

“Provinsi Anhui menyambut baik dan tertarik untuk berinvestasi di Kaltim, khususnya dalam penanganan banjir,” imbuhnya.

“Teknologi yang mereka bawa sangat potensial dan bisa diterapkan, tinggal bagaimana kita mengembangkannya,” ujar Sabaruddin.

Sabaruddin juga menekankan perlunya kolaborasi yang intensif, terutama di Kota Samarinda, yang termasuk wilayah dengan risiko banjir tinggi.

Menurutnya, pembahasan harus dilakukan secara teknis dan menyeluruh agar solusi yang diterapkan tepat sasaran.

“Kedua pihak harus duduk bersama, membahas teknologi, merancang investasi, dan memformulasikan langkah-langkah konkret agar banjir di Samarinda bisa diatasi secara efektif,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib mengupayakan segala bentuk investasi yang diperlukan untuk penanganan banjir.

Menurutnya, teknologi pengelolaan air dari Anhui merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan.

“Dari Komisi II, kami mendukung penuh kegiatan ini. Banjir di Samarinda dan wilayah lain semakin sering terjadi, jadi teknologi ini sangat relevan,” bebernya.

“Tidak ada alasan untuk menolak; kami sepenuhnya mendukung kerja sama antara Anhui dan Kaltim,” pungkas Sabaruddin.

Audiensi yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, diharapkan menjadi pintu masuk bagi implementasi teknologi pengelolaan air modern di daerah rawan banjir.

Langkah ini tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Kaltim.

[anr|anl|ads dprd kaltim]

RELATED ARTICLES

Most Popular