Infokaltim.id, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada 14 indikator, dengan aspek keamanan pangan dan sanitasi menjadi perhatian utama.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, membahas rencana tersebut dalam kegiatan sosialisasi melalui Zoom di Kantor Bupati PPU, Jumat (30/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hadi Saputro.
Tohar mengatakan pemeriksaan membutuhkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, penilaian terhadap operasional SPPG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga mencakup kondisi fasilitas, kebersihan, dan keamanan pengolahan pangan.
Dia menekankan perlunya pembagian peran antarperangkat daerah agar pelaksanaan pemeriksaan berjalan sesuai indikator yang telah ditetapkan. Sehingga pekerjaan lebih mudah dan kolaborasi untuk mendukung program pemerintah pusat yang saat ini berjalan di daerah.
Dari 14 indikator yang menjadi acuan, aspek keamanan pangan dan sanitasi memiliki bobot penilaian sebesar 65 persen. Hal ini menunjukkan pentingnya memastikan makanan yang disiapkan memenuhi standar keamanan dan kebersihan.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan meliputi ketersediaan air bersih, kondisi kompor dan peralatan memasak, rantai penyimpanan dingin atau cold chain, sanitasi, serta pengelolaan sampah.
Pemeriksaan juga mencakup kebersihan lingkungan dan area pengolahan makanan, kelayakan kemasan, sertifikat higiene dan halal, hingga sertifikat bagi kepala juru masak serta kompetensi tenaga pengolah makanan.
Selain itu, fasilitas pemantauan, ketersediaan jaringan internet, dan alat pemadam api ringan (APAR) turut masuk dalam indikator pemeriksaan.Pemkab PPU ingin memastikan operasional SPPG berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pelaksanaan program MBG.
“Koordinasi lintas OPD juga diharapkan membuat pengawasan dapat dilakukan secara terarah, terutama pada aspek yang berkaitan langsung dengan keamanan makanan bagi penerima manfaat,” tutupnya.
[nly|anl|adv kmf ppu]
