Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaPWPM Kaltim Dorong Usut Tuntas Kematian Affan Kurniawan, Kapolri Harus Bertanggungjawab

PWPM Kaltim Dorong Usut Tuntas Kematian Affan Kurniawan, Kapolri Harus Bertanggungjawab

Infokaltim.id, Samarinda- Unjuk rasa yang dilakukan di DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025 berakhir ricuh, hingga puncaknya mobil rantis brimob melindas seorang pengendara ojek online (ojol) yang sedang melintas mengantar pesanan pelanggannya di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi.

Namanya Affan Kurniawan adalah korban dari terlindasnya mobil rantis brimob. Aksi kepolisian tersebut dikecam oleh seluruh masyarakat, bahkan Presiden Prabowo pun turut menyayankan aksi pelindasan seorang tulang punggung keluarga yang tengah mencari nafkah ternyata nyawanya tidak selamat akibat terlindas mobil brimob.

Media sosial terpantau seluruh warga masyarakat ramai mengucapkan bela sungkawa dan mendo’akan atas meninggalnya Affan Kurniawan. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kaltim, Adam Muhammad pun turut berduka cita atas kejadian tersebut.

Kendati demikian, Ketua PWPM Kaltim, Adam Muhammad menyampaikan pernyataannya agar kejadian ini menjadi pelajaran ke depan agar tidak terulang kembali, kepolisian pun harus bertanggungjawab atas pristiwa yang sangat memilukan ini.

“Semua elit politik, para pejabat harus menghargai pendapat dan aspirasi masyarakat, karena ada persoalan komunikasi dan sikap keteladanan para elit ini semakin hari semakin menyakitkan hati rakyat, sehingga rakyat marah dan melakukan aksi unjuk rasa diberbagai daerah dan puncaknya di DPR RI,” ungkapnya.

Namun, kata Adam aksi unjuk rasa adalah hak semua warga negara, tapi jangan terprovokasi dan jaga persatuan dan kesatuan anak bangsa. Sehingga fokus pada hal subtansial yang terus didengungkan agar aspirasi masyarakat didengarkan oleh pihak legislatif maupun eksekutif supaya menuntut kebijakan-kebijakan harus pro rakyat bukan pro pada kekuasaan dan elit.

“Karena di tengah sulitnya ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat akhir-akhir ini, ditambah lagi aksi elit politik memperkeruh dan memancing kemarahan masyarakat melalui pernyataannya bahkan sikapnya yang tidak menghargai perasaan publik,” tegasnya.

“Kami juga menghimbau agar semua masyarakat sampaikan aspirasi dengan baik, jangan terprovokasi dan tidak anarkis sehingga kita semua saling menjaga supaya tidak lagi terjadi hal serupa ke depannya,” imbuhnya.

Sebab itu, Ketua PWMP Kaltim, Adam Muhammad menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Pertama kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam terhadap pengemudi ojek online yang wafat beberapa hari yang lalu saat peristiwa demonstrasi yang terjadi di Jakarta. Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian harus bertanggung jawab penuh untuk mengusut kasus tersebut.
  2. Elit politik baik eksekutif dan yudikatif harus memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap persoalan dasar rakyat. Sikap yang ditampilkan setidaknya mencerminkan keteladanan, dan kebijakan yang diambil harus sesuai dengan kebutuhan rakyat hari ini.
  3. Aksi demonstrasi yang terjadi sampai dengan saat ini merupakan akumulasi kekecewaan rakyat terhadap pemimpinnya. Akan tetapi, aksi demonstrasi harus tetap mengedepankan semangat persatuan jangan sampai terprovokasi sehingga merugikan semua pihak. Terlebih ada nyawa yang hilang dari pihak sipil sperti yang terjadi Makassar.
  4. Bangsa ini sedang berproses menuju negara maju, maka diperlukan persatuan anak bangsa yang lebih substantif. Persatuan itu bisa terjadi ketika kebijakan pemerintah pro rakyat, dan rakyat tidak lagi merasa tertindas dan terpinggirkan.

[anl]

RELATED ARTICLES

Most Popular