Infokaltim.id, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata Samarinda, yang selama 18 tahun telah berkiprah di dunia musik hingga ke kancah internasional. Dukungan itu disampaikan dalam audiensi yang digelar di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis (23/04/2026).
Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III, anggota Komisi IV, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, serta pengurus Sanggar Borneo Cantata. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang sebelumnya telah diajukan oleh pihak sanggar kepada DPRD Kota Samarinda.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakop Pangedongan, mengakui bahwa perhatian pemerintah kota terhadap sanggar ini belum maksimal meski prestasi yang diraih sangat membanggakan. Ia menyebut Borneo Cantata pernah menjadi salah satu dari hanya lima negara yang diundang dalam festival paduan suara internasional di Korea Selatan.
“Kita jujur memang perhatian pemerintah kota ini belum maksimal. Kita tidak mengatakan bahwa tidak diperhatikan, tapi mungkin kurang maksimal karena begitu banyak yang harus diurus,” kata Yakop.
Yakop menegaskan bahwa Borneo Cantata bukan sekadar aset kota, melainkan aset provinsi bahkan aset nasional yang perlu dikembangkan dan dipertahankan. Ia mendorong agar ke depan pemerintah kota benar-benar hadir dalam bentuk dukungan anggaran yang konkret, bukan hanya menjadikan Samarinda sebagai kota musik sekadar slogan.
“Kalau kita cuma bicara Samarinda kota musik, terus kita tidak support, ya itu kan hanya sebagai slogan saja. Karena itu pemerintah harus hadir di sana, terutama kita di Komisi IV ini bagaimana mendorong dan bagaimana mengawal proses penganggaran itu,” tegasnya.
Yakop turut menyinggung kondisi penganggaran kebudayaan yang selama ini masih tertempel di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga porsi anggarannya belum sebanding dengan kebutuhan. Ia mencontohkan Kabupaten Kukar dan Kutim yang telah mengalokasikan sekitar Rp30 miliar rupiah khusus untuk pelestarian kebudayaan daerah masing-masing.
Borneo Cantata Samarinda diketahui telah berdiri kurang lebih 18 tahun dan telah berulang kali mewakili Samarinda serta Kalimantan Timur di festival paduan suara internasional dengan menggunakan dana pribadi tanpa bantuan pemerintah. Komisi IV berharap ke depannya kondisi ini dapat berubah dengan adanya dukungan anggaran yang lebih terstruktur dari pemerintah kota.
[Ary|Anl|Ads]
