Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaSalehuddin Apresiasi Kasus Pembunuhan Tokoh Adat di Paser Akhirnya Ada Tersangka Setelah...

Salehuddin Apresiasi Kasus Pembunuhan Tokoh Adat di Paser Akhirnya Ada Tersangka Setelah Delapan Bulan

Infokaltim.id, Samarinda – Setelah hampir delapan bulan berjalan tanpa perkembangan signifikan, kasus kematian Russel, seorang tokoh adat di Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser, Kaltim, akhirnya mulai menemui titik terang.

Polisi menetapkan Misran Toni (53), yang masih memiliki ikatan keluarga dengan korban, sebagai tersangka utama dalam dugaan pembunuhan yang diduga direncanakan secara matang.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada 15 November 2024 lalu, ketika Russel ditemukan meninggal dunia dengan luka-luka akibat senjata tajam.

Kasus ini mendapat perhatian luas hingga ke tingkat nasional, termasuk dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan tuntas.

Penyidikan intensif dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur bersama dengan Subdit Jatanras dan Polres Paser.

Setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan dari para saksi, akhirnya penyidik memutuskan untuk menetapkan MT sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Keputusan ini mendapat dukungan dari Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, yang memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian.

Meski begitu, Salehuddin mengingatkan agar proses hukum dilakukan secara terbuka guna mencegah munculnya berbagai spekulasi yang dapat meresahkan masyarakat.

“Penetapan tersangka ini adalah langkah penting, tapi yang paling utama adalah memastikan proses pembuktian dilakukan secara transparan agar tidak ada ruang untuk asumsi atau fitnah di masyarakat,” ujar Salehuddin.

Politisi dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa DPRD Kaltim akan terus memantau proses hukum kasus ini hingga selesai.

Selain itu, Salehuddin juga mengusulkan agar lembaga independen seperti Kompolnas dilibatkan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas penegakan hukum.

Menurutnya, kasus pembunuhan ini lebih dari sekadar perkara kriminal, melainkan menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan rasa keadilan di masyarakat.

“Kita harus menjamin prosesnya adil dan transparan agar stabilitas sosial tetap terjaga dan menghindari spekulasi yang bisa memicu keresahan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Salehuddin juga mengingatkan aparat keamanan agar lebih waspada terhadap potensi konflik di daerah-daerah yang rawan, khususnya kawasan pertambangan dan industri.

“Kejadian tragis seperti ini jangan sampai terulang di wilayah lain. Ada beberapa titik yang berpotensi menimbulkan konflik serupa, dan aparat harus sigap merespons,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular