Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaTeguhkan Ideologi dan Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan, Pemuda Muhammadiyah Kaltim Gelar...

Teguhkan Ideologi dan Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan, Pemuda Muhammadiyah Kaltim Gelar Perkaderan BAM

Infokaltim.id, Samarinda – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur resmi membuka kegiatan Baitul Arqom Madya, di Aula Lantai 1 Gedung G Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Kamis (30/10/2025).

Kegiatan perkaderan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ideologi, memperdalam wawasan intelektual, dan menyiapkan generasi penerus kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah di Kaltim.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kaltim, Adam Muhammad, menjelaskan bahwa Baitul Arqom Madya (BAM) merupakan agenda strategis perkaderan yang wajib dilaksanakan dalam tubuh organisasi.

“Perkaderan adalah keniscayaan dalam setiap organisasi, khususnya di Pemuda Muhammadiyah. Tujuan utamanya agar lahir kader yang memahami nilai-nilai perjuangan dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kaltim, Adam Muhammad saat diwawancarai awak media usai pembukaan kegiatan perkaderan BAM di Kampus UMKT.

Adam menuturkan, seluruh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Kaltim ikut serta dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah seluruh PDPM dari delapan kabupaten/kota berpartisipasi. Hanya Mahakam Ulu (Mahulu) yang belum, karena hingga kini memang belum terbentuk kepengurusannya. Bahkan Kutai Barat (Kubar) yang sempat vakum kini sudah kita hidupkan kembali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Adam menegaskan bahwa pelaksanaan Baitul Arqom kali ini berfokus pada penanaman nilai ideologi dan penguatan aspek kognitif kader.

“Kami menekankan pada pemahaman ideologi Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah. Setelah mereka paham secara keilmuan, barulah nanti turun ke masyarakat untuk memberikan pencerahan dan pendidikan sosial,” jelasnya.

Terkait narasumber, Adam menyebut sebagian besar berasal dari Kaltim, namun juga menghadirkan pemateri dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Pemateri berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pimpinan Muhammadiyah, anggota DPRD Kaltim, hingga pengusaha muda. Salah satu materi juga membahas tentang kewirausahaan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan BAM berlangsung hingga Minggu (2/11/2025) di Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Samarinda Seberang, sementara pembukaannya digelar di UMKT.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMKT Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Sumber Daya Insani, Suprayitno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan UMKT sebagai tuan rumah pembukaan Baitul Arqom Madya.

“Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kader-kader Muhammadiyah. Terima kasih atas kepercayaannya, dan kami mohon maaf jika fasilitas yang kami sediakan belum ideal,” ucapnya.

Suprayitno menambahkan, kegiatan perkaderan seperti Baitul Arqom dan Darul Arqam tidak hanya menjadi agenda ortom (organisasi otonom), tetapi juga menjadi bagian penting di amal usaha Muhammadiyah.

“Perkaderan adalah proses yang berkelanjutan, tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Ia harus terus berjalan sebagai bagian dari ruh gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

Dari sisi nasional, Ketua Pendidikan dan Kaderisasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Nurhadianto, menegaskan bahwa organisasi memiliki visi besar dalam membangun kader yang berkarakter negarawan.

“Pemuda Muhammadiyah memiliki mimpi besar yang dilandasi oleh empat pilar pemuda negarawan, salah satunya adalah politik kebangsaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemuda Muhammadiyah konsisten mendukung risalah Islam berkemajuan sebagaimana hasil Muktamar Muhammadiyah di Surakarta.

“Kami terus berelaborasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan berbagai pihak untuk menyampaikan cita-cita perjuangan Muhammadiyah di berbagai ruang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhadianto juga mengusulkan agar sistem perkaderan Pemuda Muhammadiyah dikembalikan pada istilah lama, yakni Tunas Melati.

“Ke depan, kami ingin mengembalikan kembali jenjang kaderisasi seperti Tunas Melati Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna, yang disesuaikan dengan empat pilar pemuda negarawan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Nurhadianto menegaskan bahwa perkaderan merupakan jantung dari keberlangsungan organisasi.

“Tidak layak sebuah organisasi disebut hidup jika tidak memiliki sistem perkaderan. Tanpa itu, anggota tidak akan memahami arah perjuangan, dan jenjang kepemimpinan pun akan kehilangan arah,” tandasnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Siswanto, mengapresiasi semangat kader muda yang terus menjaga tradisi perkaderan di tubuh organisasi.

“Saya bangga melihat Pemuda Muhammadiyah terus bergerak. Pemuda yang tidak bergerak, bukanlah pemuda sejati,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa perkaderan, organisasi apa pun tidak akan memiliki arah dan keberlanjutan kepemimpinan.

“Perkaderan itu keniscayaan. Tanpanya, anggota tidak akan memahami organisasi, dan estafet kepemimpinan akan terputus,” tutur Siswanto menutup sambutannya.

[anr|anl]

RELATED ARTICLES

Most Popular