Infokaltim.id, Tenggarong- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid menanggapi kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering terjadi di Kukar beberapa waktu ini.
Sebagaimana diketahui Karhutla tersebut terjadi di sejumlah wilayah kecamatan di Kukar seperti Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman, Desa Bendang Raya Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Kota Bangun belum lama ini.
Karhutla terjadi di Kukar diduga akibata cuaca panas yang sangat ekstrem yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Beberapa anak sungai dan danau juga menjadi kekeringan akibat cuaca panas ini.
Abdul Rasid membenarkan terjadinya kebakaran lahan akibat cuaca panas. Selain itu air Mahakam juga mulai menurun akibat kemarau.
“Kalau kita melihat tiga bulan terakhir ini cuaca kita belum ada turun hujan,” ungkap Abdul Rasid pada Rabu (16/08/2023) kemarin.
Anggota dewan dari Partai Golkar itu pun memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Kukar untuk mengantisipasi dan waspada terhadap potensi bahaya kebakaran lahan maupun rumah.
“Kondisinya sangat rawan sekali, saya minta warga untuk tidak membakar lahan atau kebun dulu,” tuturnya.
Meski memiliki unit pemadam yang banyak namun terkadang, kata Rasid kondisi jarak yang cukup jauh sehingga kebakaran kadang tidak bisa dijangkau semisal kebakaran lahan gambut otomatis mobil belum bisa masuk untuk memadamkan.
“Antisipasi ini harus kita bersama-sama yang menjaga. Agar Karhutla tidak bertambah luas dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
[Rfr|Anl|Ads DPRD Kukar]
