Infokaltim.id, Samarinda – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, selalu mendorong penerapan pembangunan yang menjaga kelestarian alam.
Dirinya menekankan pentingnya audit lingkungan yang ketat dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap proyek pembangunan.
“Dokumen lingkungan jangan hanya formalitas. Itu harus menjadi alat kendali untuk mencegah kerusakan,” jelasnya.
Lebih jauh, Hasanuddin menegaskan bahwa APBD Kaltim harus memastikan penyusunan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dilakukan secara serius.
Selain itu, alokasi anggaran perlu mendukung riset, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat agar pengawasan lingkungan semakin efektif.
Kepedulian Hasanuddin juga tercermin pada persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi masalah serius di Kaltim.
Ia menilai fasilitas penampungan air yang ada sudah tidak memadai dan memerlukan revitalisasi total.
“Pintu air kita harus ditutup saat hujan, tapi kalau sungai pasang tetap banjir. Ini bukti sistem kita perlu rekonstruksi total,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara holistik, dari hulu hingga hilir, agar efektif.
Selain itu, mitigasi bencana hanya bisa berjalan optimal apabila pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat memiliki perspektif dan strategi yang selaras.
“Semua pihak harus duduk bersama. Kesamaan cara pandang penting agar bencana bisa diatasi,” pungkasnya.
[anr|anl|ads dprd kaltim]
