Selasa, Juni 16, 2026
BerandaBeritaPelemahan Rupiah Dinilai Berpotensi Tekan Harga Pangan di Samarinda Lewat Kenaikan Biaya...

Pelemahan Rupiah Dinilai Berpotensi Tekan Harga Pangan di Samarinda Lewat Kenaikan Biaya Distribusi

Infokaltim.id, Samarinda – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.

Meski dampaknya tidak terjadi secara langsung pada harga barang di pasar, kenaikan biaya distribusi akibat mahalnya sektor energi dinilai dapat mendorong harga pangan ikut meningkat.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menjelaskan pelemahan kurs rupiah lebih dahulu berdampak pada sektor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang menjadi komponen utama dalam aktivitas transportasi dan distribusi barang.

Menurutnya, hubungan antara nilai tukar rupiah dan harga kebutuhan pokok dapat dilihat dari meningkatnya biaya operasional logistik ketika nilai dolar menguat terhadap rupiah.

“Secara logika dampaknya memang mengarah ke BBM karena minyak dibeli menggunakan dolar,” ujar Joha pada Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan perkembangan kurs pada Kamis sore, nilai tukar dolar Amerika Serikat sempat menyentuh angka Rp18.002 per dolar AS.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan biaya pengadaan energi nasional yang masih bergantung pada pasar internasional.

Joha menjelaskan, Indonesia hingga kini masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah. Karena transaksi pembelian dilakukan menggunakan dolar AS, setiap pelemahan rupiah akan membuat biaya impor energi menjadi lebih mahal.

Dampaknya kemudian merembet ke berbagai sektor yang bergantung pada penggunaan bahan bakar.

“Ketika rupiah melemah, biaya yang berkaitan dengan energi juga ikut meningkat. Ini yang kemudian memengaruhi biaya distribusi barang,” pungkasnya.

[anr|anl|adv)

RELATED ARTICLES

Most Popular