Infokaltim.id, Bontang – Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengimbau warga untuk menyesuaikan pola konsumsi energi dan lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga.
Menurut Andi Faiz, perubahan harga Pertamax merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kenaikan maupun penurunan harga dapat terjadi seiring perubahan situasi global.
Ia menjelaskan kondisi geopolitik internasional memiliki pengaruh besar terhadap harga energi. Ketegangan yang terjadi di sejumlah kawasan produsen minyak dunia dapat berdampak langsung terhadap harga BBM yang beredar di dalam negeri.
“Pertamax memang mengikuti harga global. Kalau kondisi dunia membaik tentu ada peluang harga turun. Sebaliknya, kalau situasi internasional kembali memanas, harga bisa mengalami kenaikan,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Andi Faiz meminta masyarakat tidak menyikapi kenaikan harga dengan kepanikan. Sebaliknya, warga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan kendaraan sesuai kebutuhan sehingga pengeluaran untuk bahan bakar tetap terkendali.
Menurutnya, langkah paling realistis yang dapat dilakukan masyarakat saat ini adalah menerapkan pola konsumsi energi yang lebih hemat. Hal tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan energi secara keseluruhan.
“Yang penting masyarakat bisa mengatur kebutuhan secara bijak. Kita harus pintar menyesuaikan kondisi ekonomi saat ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat masih memberikan perlindungan terhadap kelompok masyarakat tertentu melalui program subsidi BBM. Karena itu, warga diminta tidak khawatir berlebihan terhadap ketersediaan energi nasional.
Andi Faiz berharap kondisi ekonomi global dapat segera membaik sehingga harga energi menjadi lebih stabil. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menghadapi tekanan biaya transportasi yang terlalu tinggi dalam aktivitas sehari-hari.
“Kita semua tentu berharap situasi dunia lebih kondusif sehingga harga-harga kebutuhan masyarakat juga bisa lebih terkendali,” pungkasnya.
[ayu|anl|adv]
