Senin, Juni 29, 2026
BerandaBeritaPotensi PAD dari Sektor Lingkungan Hidup Dinilai Belum Maksimal, Winardi Dorong Standarisasi...

Potensi PAD dari Sektor Lingkungan Hidup Dinilai Belum Maksimal, Winardi Dorong Standarisasi Laboratorium Lingkungan

Infokaltim.id, Bontang– Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menilai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor lingkungan hidup masih dapat ditingkatkan melalui berbagai inovasi dan pemanfaatan aset yang dimiliki pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya saat rapat pembahasan pendapatan daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang.

Dalam rapat tersebut, DLH memaparkan target pendapatan retribusi tahun 2026 sebesar Rp2,5 miliar. Hingga Mei 2026, realisasi pendapatan telah mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Sementara pada tahun 2025 lalu, target pendapatan sebesar Rp2,4 miliar berhasil terlampaui dengan capaian Rp2,8 miliar.

Saat menanggapi pemaparan tersebut, Winardi menilai pemerintah daerah perlu lebih agresif menggali sumber-sumber pendapatan baru yang masih berpotensi dikembangkan. “Kalau hanya mengandalkan sumber pendapatan yang ada sekarang, tentu pertumbuhannya terbatas. Kita harus mencari peluang lain yang bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan pemanfaatan laboratorium lingkungan yang dimiliki pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat dikembangkan menjadi layanan pengujian yang lebih luas dan berstandar sehingga mampu menarik pengguna dari kalangan industri maupun masyarakat.

Ia bahkan mendorong adanya kerja sama dengan perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas laboratorium dan memperluas cakupan layanan yang dapat diberikan. “Kalau laboratoriumnya bisa distandarkan dan memenuhi kebutuhan industri, tentu ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” katanya.

Selain itu, Winardi juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, masih banyak aset pemerintah yang berpotensi menghasilkan pendapatan apabila dikelola secara kreatif dan profesional.

Sebagai kota industri, Bontang dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai layanan pendukung sektor industri, termasuk jasa pengujian lingkungan dan pemanfaatan fasilitas milik pemerintah.

“Harus ada inovasi. Jangan hanya menunggu pendapatan datang sendiri. Kita perlu melihat potensi-potensi yang bisa dikembangkan menjadi sumber PAD baru,” tegasnya.

Di sisi lain, Winardi mengapresiasi upaya DLH dalam mengelola retribusi persampahan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah. Namun ia berharap pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, melainkan juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap kas daerah.

Menurutnya, penguatan sektor lingkungan hidup dapat menjadi peluang strategis bagi Bontang untuk meningkatkan PAD tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kualitas lingkungan kota.

[ayu|anl|adv]

RELATED ARTICLES

Most Popular