Infokaltim.id, Penajam – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menyosialisasikan Program Pemagangan Nasional atau Maganghub kepada perusahaan di daerah. Program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) itu dinilai membuka ruang bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia usaha.
Sosialisasi dilakukan Disnakertrans melalui berbagai kanal komunikasi yang terhubung dengan perusahaan, mulai dari grup WhatsApp hingga media sosial dan laman resmi.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, mengatakan pihaknya terus menyampaikan informasi program agar perusahaan mengetahui skema serta manfaat yang ditawarkan pemerintah pusat.
“Informasinya terus kami sampaikan ke perusahaan melalui jaringan yang kami punya, termasuk grup WhatsApp, Instagram dan website. Jadi perusahaan yang berminat bisa mengetahui persyaratan dan mekanismenya,” kata Eko.
Melalui program tersebut, peserta mendapat kesempatan menjalani pemagangan selama enam bulan. Uang saku peserta dibayarkan Kemenaker dengan besaran setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Pada 2026, program tersebut menargetkan 150 ribu peserta secara nasional yang dilaksanakan dalam beberapa batch. Besaran uang saku berada pada kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
Skema tersebut memberi kesempatan kepada perusahaan untuk mengenali kemampuan calon tenaga kerja secara langsung selama masa pemagangan. Peserta yang mengikuti program juga didominasi lulusan baru D3 dan S1 yang telah melalui proses seleksi.
Di PPU, Perumda Air Minum Danum Taka menjadi salah satu perusahaan daerah yang telah mengikuti program tersebut dengan menyerap sekitar 20 peserta. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga tercatat berpartisipasi, meski berstatus sebagai instansi vertikal.
Eko mengatakan peluang tersebut terbuka bagi perusahaan lain yang memiliki kebutuhan dan kesiapan menerima peserta magang. Disnakertrans berperan dalam menyampaikan informasi program, sementara keputusan keikutsertaan berada pada masing-masing perusahaan.
“Program ini sebenarnya memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk melihat langsung kemampuan peserta selama magang. Jadi selain peserta mendapat pengalaman, perusahaan juga bisa menilai kompetensi yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Salah satu pertimbangan perusahaan, lanjut Eko, berkaitan dengan keberlanjutan peserta setelah masa magang berakhir. Perusahaan perlu melihat kebutuhan penempatan tenaga kerja setelah periode pemagangan selesai.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan Disnakertrans PPU untuk terus mengenalkan program kepada dunia usaha. Sosialisasi dilakukan agar perusahaan memiliki informasi yang cukup sebelum menentukan keikutsertaannya.
Menurut Eko, peserta program merupakan lulusan baru yang membutuhkan pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting untuk mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Pesertanya rata-rata fresh graduate D3 dan S1. Mereka sudah melalui seleksi dan punya kualifikasi, sehingga program ini bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman kerja yang nyata,” jelasnya.
Disnakertrans PPU berharap semakin banyak perusahaan memanfaatkan program tersebut. Dengan keterlibatan dunia usaha, kesempatan lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengenali kebutuhan industri di daerah dapat semakin terbuka.
[say|anl|adv kmf ppu]
