Infokaltim.id, Samarinda- Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa kesejahteraan sosial tidak dapat dipisahkan dari kualitas politik yang berkembang di suatu wilayah.
Menurutnya, kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat hanya dapat lahir dari praktik politik yang sehat dan dijalankan oleh para pemangku kepentingan yang berintegritas.
Dalam keterangannya pada Kamis (27/11/2025), Sapto menjelaskan bahwa semakin baik kultur dan tata kelola politik, semakin besar peluang bagi pemerintah untuk memproduksi kebijakan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ia menilai bahwa kematangan politik menjadi fondasi penting bagi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.
“Kalau kita bicara kesejahteraan sosial, tidak mungkin dilepaskan dari kondisi politiknya,” ujarnya, menegaskan korelasi erat antara stabilitas politik dan kualitas hidup masyarakat.
Sapto juga menyoroti betapa pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam dunia politik.
Dia menyebut bahwa politisi perlu memahami nilai-nilai kebangsaan dan memiliki kemampuan untuk menerjemahkannya dalam kebijakan publik yang relevan.
Menurutnya, regulasi yang lahir dari proses politik yang baik akan bersifat bermartabat, tepat sasaran, dan memberikan efek positif bagi masyarakat luas.
Namun sebaliknya, tanpa etika dan kapasitas yang memadai, politik justru bisa menjadi hambatan dalam mencapai kesejahteraan.
“Kalau kualitas politiknya buruk, bagaimana bisa kesejahteraan sosial yang baik terwujud?” tegasnya.
Lebih jauh, Sapto meminta pemerintah pusat untuk memperkuat kembali implementasi Permendagri Nomor 36 Tahun 2010 terkait pembinaan wawasan politik bagi masyarakat.
Dirinya menilai bahwa pendidikan politik selama ini masih terfokus pada kalangan mahasiswa, padahal pemahaman politik idealnya dapat diperkenalkan sejak usia sekolah menengah.
Ia mengusulkan agar siswa SMP dan SMA mulai dikenalkan pada pendidikan politik yang bersifat aplikatif, bukan hanya teori semata.
Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh sebagai warga negara yang memahami proses politik sekaligus dapat berperan secara konstruktif di masa depan.
“Masyarakat perlu memahami apa itu politik, bagaimana berpolitik dengan etis, dan bagaimana politik dapat digunakan sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan sosial,” jelasnnya.
[anr|anl|ads dprd kaltim]
