Infokaltim.id, Samarinda- Rendahnya rata-rata lama sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang hanya mencapai 10,2 tahun, menjadi perhatian serius.
Salah satu faktor utama yang dianggap menjadi penghambat adalah tingginya biaya hidup, bukan hanya soal biaya pendidikan formal seperti SPP atau UKT.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyatakan bahwa kebijakan Pemprov Kaltim dalam program GratisPol, yang menggratiskan biaya pendidikan, sudah berada di jalur yang tepat.
Namun, ia menilai program tersebut masih belum cukup mengatasi persoalan di lapangan.
“Banyak anak-anak yang tak bisa melanjutkan pendidikan bukan karena tidak mampu bayar SPP, tapi karena tak sanggup membiayai kebutuhan hidup harian seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal,” ujarnya, Jumat (20/6/2025).
Darlis mendorong agar perusahaan-perusahaan besar di Kaltim lebih aktif berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam bentuk beasiswa biaya hidup.
Menurutnya, partisipasi sektor swasta sangat krusial untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di daerah tersebut.
“Perusahaan harus turut ambil bagian dalam pembiayaan kebutuhan hidup pelajar dan mahasiswa. Itu bisa menjadi solusi nyata dalam mendorong peningkatan angka lama sekolah,” tambahnya.
Selain dari sisi pembiayaan, Darlis juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menekankan perlunya perbaikan menyeluruh, mulai dari kualitas guru dan dosen, tenaga kependidikan, hingga sarana dan prasarana pendidikan.
“Pendidikan gratis akan percuma jika kualitas pengajarnya rendah dan fasilitas tidak mendukung. Pemerintah harus mengawal ini secara serius,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan persoalan pendidikan dengan laju pertumbuhan penduduk Kaltim yang mencapai 2,8 persen, dan menekankan pentingnya respons cepat dalam memperkuat sumber daya manusia di tengah tantangan demografis.
“Di Kaltim, lonjakan penduduk memerlukan respons pendidikan yang adaptif dan berkualitas. Ini berbeda dengan di Pulau Jawa, yang lebih fokus pada kebutuhan dasar seperti pangan,” jelas Darlis.
Menurutnya, masa depan Kaltim sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang dibangun sejak dini melalui akses dan mutu pendidikan yang merata.
