
Infokaltim.id, Samarinda– Kelesuahan ekonomi saat ini sangat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Segiri, Pasar Merdeka dan pasar lainnya yang dikeluhkan sejumlah pedagang. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya omzet pedagang di beberapa titik perdagangan tersebut karena perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja di Samarinda.
Menangapi hal itu, Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah mengatakan pihaknya berharap kondisi ekonomi daerah dapat segera pulih dan kembali stabil seperti sebelumnya agar pelaku usaha dapat kembali bergerak normal.
“Kami berharap perekonomian Samarinda bisa pulih kembali seperti biasa,” kata Helmi.
Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda ini, mengungkapkan pelaku usaha perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi saat ini termasuk dalam pengelolaan stok barang agar tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.
“Tentu para pedagang menyesuaikan keadaan untuk menyetok barang dagangannya jangan terlalu banyak, karena saat ini daya beli menurun,” ujarnya.
Namun, Helmi berharap agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi peluang baru bagi pelaku usaha lokal khususnya pedagang bahan pangan untuk memasok kebutuhan program tersebut.
Menurutnya dengan jumlah dapur MBG yang terus bertambah hingga sekitar 50 dapur yang melayani lebih dari 100 ribu penerima manfaat maka kebutuhan suplai bahan makanan juga meningkat signifikan.
“Program MBG ini peluang besar, karena ada sekitar 50 dapur yang melayani lebih dari 100 ribu penerima. Ini butuh suplay dari pedagang yang sudah lama ber usaha,” jelasnya.
Namun demikian ia meminta pemerintah untuk mempermudah regulasi bagi para pemasok agar dapat terlibat dalam program tersebut tanpa hambatan birokrasi yang berlebihan.
“Regulasinya harus dipermudah, jangan dipersulit izin dan birokrasi, supaya pelaku usaha bisa masuk sebagai pemasok terutama kalau mendatangkan barang dari luar,” tegas Helmi.
[ary|anl|adv]
