
Infokaltim.id, Samarinda- Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengatakan pihaknya akan melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut sesuai pelaksanaan.
Hal itu disebabkan longsor yang menimpa sebagian Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, segera diperbaiki. Kendati demikian, anggota Dewan Samarinda memberi sejumlah catatan.
“Karena begini, terkadang kita melihat hanya sebagian kecilnya (bagian permukaan proyek). Tapi kan kita tidak tahu kalau ada pengerjaan yang dilakukan di dalam bumi, seperti tiang pancang dan pondasinya,” ungkap Samri, saat ditemui awak media, Senin (19/9/2022).
Anggaran belanja tidak terduga (BTT) tersebut diketahui tidak sembarang digunakan, kecuali ada suatu kondisi genting. Salah satunya kejadian longsor.
Namun demikian, Samri mengaku tidak mengetahui persis kalau saat ini Pemkot Samarinda melalui Dinas PUPR sedang melakukan pengerjaan proyek tersebut.
“Ini anggarannya menggunakan dana cadangan dan itu tidak masuk dalam perencanaan proyek yang ditentukan,” ujat Samri.
“Makanya kegiatan seperti itu kita harus tahu juga perencanaanya bagaimana? Pondasinya? Tiang pancangannya? Sampai ke dalam tanahnya. Kalau kita tahu baru bisa kita komentari persis kegiatanya,” sambungnya.
Samri menegaskan, dalam waktu dekat dirinya bersama para anggota Komisi III DPRD Samarinda akan segera melakukan tinjauan lapangan.
Dalam tinjauan lapangan itu nantinya, akan melibatkan tim teknis ahli yang bersifat independen sebagai tolak ukur dari pengerjaan proyek turap beton sepanjang 30 meter dengan anggaran senilai Rp 1,5 miliar tersebut.
“Sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat kita akan dukung, dengan catatan, asal tidak mengada-ada,” tegasnya.
Sebagai informasi, perbaikan badan jalan yang longsor akan dibangunkan turap beton sepanjang 30 meter. Biayanya sebesar Rp 1,5 miliar. Uang tersebut dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD-P 2022 Pemerintah Samarinda.
[Ard | Ads]
