Infokaltim.id, Samarinda– Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, mengingatkan bahwa keberlimpahan sumber daya alam yang dimiliki daerah belum sepenuhnya mampu menutupi masalah mendasar yang dihadapi masyarakat.
Hingga kini, persoalan pengangguran dan kemiskinan masih menjadi tantangan besar di Bumi Etam.
Hasanuddin menilai, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus berlarut.
Dia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar menjadi penonton dalam pembangunan.
“Faktanya, banyak lulusan SMA di Kaltim kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ini menunjukkan adanya ketimpangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Hasanuddin.
Selain soal lapangan kerja, ia juga menyoroti permasalahan kesehatan yang belum tuntas, terutama stunting.
Menurutnya, kasus stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia jangka panjang.
“Ketika masalah kesehatan seperti stunting masih tinggi, maka daya saing generasi muda otomatis akan melemah. Hal ini berkelindan dengan problem kemiskinan yang sampai saat ini belum terselesaikan secara menyeluruh,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Hasanuddin menekankan pentingnya langkah konkret di tiga sektor utama.
Pertama, peningkatan kualitas pendidikan agar lulusan sekolah lebih siap memasuki dunia kerja.
Kedua, perbaikan layanan kesehatan untuk memastikan masyarakat memiliki kondisi fisik dan mental yang kuat.
Ketiga, penguatan sektor ekonomi, khususnya yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil.
“Jika tiga sektor ini bisa berjalan seimbang, maka arah pembangunan Kaltim akan lebih jelas. Generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik, dan daerah ini dapat benar-benar melangkah maju,” tegasnya.
