Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaKasus TBC di Samarinda Masih Tinggi, Pemkot Gencarkan Skrining Dini

Kasus TBC di Samarinda Masih Tinggi, Pemkot Gencarkan Skrining Dini

Infokaltim.id, Samarinda – Keluhan batuk yang tak kunjung sembuh, berat badan menurun drastis, hingga keringat dingin di malam hari masih banyak ditemukan di kalangan warga Samarinda.

Gejala tersebut kerap menjadi tanda awal penyakit tuberkulosis (TBC), salah satu penyakit menular yang hingga kini belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengungkapkan, sejak Januari hingga Agustus 2025 terdapat 1.645 kasus baru TBC.

Jumlah ini berasal dari 11.447 warga yang diperiksa karena dicurigai mengidap TBC.

Lebih memprihatinkan lagi, hingga awal September, sebanyak 44 orang tercatat meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menekankan pentingnya percepatan deteksi dini untuk menekan angka penularan dan kematian.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menjelaskan bahwa langkah utama yang saat ini dijalankan adalah program Active Case Finding (ACF) atau pencarian kasus aktif.

Program ini bertujuan menemukan penderita TBC lebih cepat agar bisa segera diberikan pengobatan.

“Kita belajar dari pengalaman negara maju. Kunci pengendalian TBC ada pada skrining cepat, temukan pasien, lalu langsung diobati. Itu yang sedang kita dorong di Samarinda,” ujar Ismid pada Senin (15/9/2025).

Namun, ia mengakui bahwa capaian penemuan kasus di Samarinda masih belum optimal.

Persentasenya masih berada di bawah 70 persen dari perkiraan jumlah penderita.

Karena itu, ia menegaskan percepatan skrining menjadi hal penting, apalagi TBC sudah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo.

“Kalau skrining bisa dipercepat, risiko penularan dan kematian akan lebih mudah ditekan,” tambahnya.

Selain dari sisi medis, Ismid juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah penularan.

Menurutnya, TBC sangat mudah menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.

Untuk mendukung upaya pencegahan, Pemkot Samarinda juga menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas, yang kini mencakup skrining TBC.

Masyarakat diminta tidak menunda untuk memanfaatkan layanan ini, terutama bila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

“Jangan menyepelekan batuk berkepanjangan. Segera periksa diri ke puskesmas. Ingat, TBC menular lewat pernapasan, jadi penggunaan alat pelindung diri juga penting,” pungkasnya.

[anr|anl]

RELATED ARTICLES

Most Popular