Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaKetua Komisi I DPRD Samarinda Dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Tekankan Pentingnya...

Ketua Komisi I DPRD Samarinda Dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Tekankan Pentingnya Kedekatan Emosional

Infokaltim.id. Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menunjukkan dukungannya terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (GEMAR) dengan hadir langsung ke sekolah anaknya saat pembagian rapor.

Kehadirannya menjadi simbol penting peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Memiliki putra yang bernama Muhammad Raditya Samri Putra, merupakan siswa kelas 3A MI Ma’arif 003 yang beralamat di Jalan Rukun, Kelurahan Rapak Dalam.

Dia menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam momen pendidikan anak tidak kalah penting dibandingkan peran ibu.

“Gerakan ini bentuk pengasuhan dan pendidikan kita kepada anak, supaya kita lebih dekat secara emosional,” ujar Samri saat ditemui di sekolah, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, selama ini peran pengasuhan dan urusan sekolah lebih banyak dilakukan oleh ibu.

Melalui momentum pengambilan rapor, para ayah diharapkan dapat meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan untuk hadir mendampingi anak.

“Selama ini kan dikit-dikit ibu. Nah, di momen penting seperti ini, ayah punya kesempatan untuk terlibat langsung,” sebutnya.

“Mengantar dari rumah, mengambil rapor, setelah itu kita ajak jajan sebentar. Itu sederhana, tapi bermakna bagi anak,” jelasnya.

Samri mengakui bahwa sebelum menjabat sebagai anggota dewan, ia lebih leluasa membagi waktu dalam mengantar dan menjemput anak sekolah secara bergantian dengan sang istri.

Namun, sejak aktivitasnya di DPRD semakin padat, peran tersebut lebih sering diambil oleh ibu.

“Kalau dulu sebelum di dewan, waktunya tidak terlalu padat. Kadang pagi saya antar, pulangnya dijemput istri, atau sebaliknya. Tapi sekarang, karena kesibukan, peran itu lebih banyak diambil ibu,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai gerakan GEMAR sebagai pengingat penting bagi para ayah agar tidak sepenuhnya menyerahkan urusan pendidikan anak kepada ibu.

Ia menilai keterlibatan ayah dapat memperkuat ikatan emosional dan memberikan rasa aman serta perhatian lebih bagi anak.

“Anak-anak itu kebanyakan lebih dekat dengan ibu. Padahal, ayah juga punya peran besar. Momentum seperti pengambilan rapor ini sangat tepat untuk diambil perannya,” katanya.

Terkait kemungkinan dorongan dari lembaga legislatif, Samri menilai gerakan tersebut belum bisa diwajibkan, mengingat kesibukan setiap orang berbeda-beda.

Namun, ia menegaskan bahwa imbauan dan contoh nyata jauh lebih efektif.

“Kalau mewajibkan tentu sulit. Tapi sebagai imbauan, ini kegiatan yang sangat positif,” tambahnya.

Pada akhir pernyataannya, suasana haru menyelimuti wawancara ketika Samri tampak meneteskan air mata.

Dia mengaku teringat masa kecilnya dan hubungannya dengan orang tua.

“Intinya, bagaimana kita bisa lebih dekat dengan anak,” ucapnya singkat dengan suara bergetar.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor diharapkan dapat terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur pendamping dan teladan di dalam keluarga.

[anr|anl]

RELATED ARTICLES

Most Popular