Infokaltim.id, Samarinda – Komisi II DPRD Samarinda mengungkap potensi dan tantangan sektor peternakan lokal dalam upaya mendukung ketahanan pangan daerah Pada Kamis, 6 Maret 2025. Berbagai isu strategis terkait pengembangan peternakan mulai diidentifikasi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Andi Saharuddin, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi peternakan lokal. “Kami ingin mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi peternakan, khususnya terkait ayam potong dan ternak sapi,” jelasnya dalam wawancara eksklusif.
Salah satu temuan menarik adalah perbedaan keuntungan antara peternak yang bermitra dengan perusahaan dan yang tidak. Andi Saharuddin menjelaskan bahwa peternak yang bermitra dengan PT cenderung lebih menguntungkan. Hal ini mengindikasikan perlunya dukungan dan pendampingan yang lebih komprehensif bagi peternak mandiri.
Jumlah peternak ayam di Samarinda tercatat jauh lebih banyak dibandingkan peternak sapi. Meskipun demikian, potensi pengembangan masih terbuka lebar. Komisi II mendorong perlunya pemetaan detail terkait jumlah, produktivitas, dan tantangan yang dihadapi oleh para peternak lokal.
Salah satu kendala yang diidentifikasi adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Dinas terkait mengaku masih kekurangan kendaraan untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok peternak. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan.
Rencana pengembangan peternakan tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Komisi II berharap sektor peternakan dapat menjadi salah satu pilar ekonomi alternatif, terutama menghadapi tantangan pascatambang.
Strategi yang diusulkan mencakup beberapa aspek, mulai dari pendampingan teknis, akses permodalan, hingga pengembangan jaringan pemasaran. Kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset juga menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan inovasi di sektor peternakan.
Dengan pendekatan komprehensif ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap dapat mentransformasi sektor peternakan menjadi lebih produktif, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
[Arya|Anl|Ads]
