Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaPNBP Sektor Pelayaran Dinilai Minim, Ananda Desak Optimalisasi Jalur Sungai Mahakam

PNBP Sektor Pelayaran Dinilai Minim, Ananda Desak Optimalisasi Jalur Sungai Mahakam

Infokaltim.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai kontribusi ekonomi dari aktivitas pelayaran dan logistik di jalur Sungai Mahakam masih jauh dari potensi sebenarnya.

Laporan terbaru yang diterima dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menunjukkan bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut hanya berkisar Rp395 miliar per tahun.

Jumlah ini dinilai tidak mencerminkan besarnya pergerakan komoditas dan intensitas kegiatan industri yang setiap hari melintas di sungai utama Kaltim itu.

Menurut Ananda, Sungai Mahakam merupakan salah satu simpul logistik strategis di Indonesia Timur.

Berbagai komoditas penting seperti batubara, crude palm oil (CPO), hingga kebutuhan industri lainnya diangkut menggunakan kapal dan tongkang yang keluar masuk melalui sungai tersebut.

“Mahakam ini jalur vital, tetapi penerimaan negara dari aktivitasnya masih terlalu kecil. Dengan pergerakan barang sebesar itu, semestinya kontribusinya bisa lebih tinggi,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (27/11/2025).

Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan dari sektor alur sungai sangat penting, terutama di tengah menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurutnya, Kaltim perlu memperkuat kemandirian fiskal agar pembangunan daerah tidak selalu bergantung pada pusat.

Ananda menilai peningkatan pendapatan daerah akan berdampak langsung pada layanan publik.

“Dengan pendapatan yang lebih kuat, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan bisa terpenuhi dengan lebih baik,” sebutnya.

“Infrastruktur pun dapat dikembangkan secara lebih merata, tidak hanya di kawasan Balikpapan–Samarinda,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan potensi Sungai Mahakam, Ananda mendorong adanya langkah strategis yang melibatkan KSOP, Pelindo, hingga Perusahaan Daerah Mahakam Bangkit Sejahtera (Perusda MBS).

Ia menilai kolaborasi ini penting agar Mahakam tidak hanya menjadi jalur distribusi industri, tetapi juga mampu memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

“Potensi Mahakam luar biasa besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah inovasi dan langkah konkret. Jika tidak, penerimaan dari sektor ini akan terus stagnan,” tutupnya.

[anr|anl|ads dprd kaltim]

RELATED ARTICLES

Most Popular