Infokaltim.id, Samarinda – GOR Latihan Stadion Kadrie Oening, Samarinda, menjadi saksi digelarnya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Timur (Kaltim) pada 10–12 September 2025.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi rutin tahunan, melainkan juga menjadi babak kualifikasi (BK) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sekaligus sarana seleksi atlet yang akan berlaga di PON Beladiri di Kudus, Jawa Tengah, Oktober mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana, Munir Achmad, mengungkapkan sebanyak 58 atlet dari lima daerah ambil bagian, yakni Paser, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
Sementara beberapa daerah lain, seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu, belum dapat berpartisipasi karena kendala akses dan jarak.
“Tahun ini kita mempertandingkan 16 kelas, mulai dari kategori anak usia 8 tahun hingga tingkat senior. Dari hasil seleksi, diperkirakan akan ada 18 sampai 20 atlet yang dipersiapkan menuju PON Beladiri. Untuk Porprov pun jumlah kelas yang dipertandingkan sama, baik putra maupun putri,” jelas Munir.
Apresiasi datang dari Wakil Ketua I KONI Kaltim, Ego Arifin.
Dia menilai Kejurprov tidak hanya menjadi barometer pembinaan olahraga sambo, tetapi juga bukti eksistensi Persambi di Bumi Etam.
“Ajang ini penting dilaksanakan setiap tahun. Selain memantau perkembangan atlet, juga sekaligus mempersiapkan tim menghadapi PON Beladiri yang berlangsung 12–24 Oktober 2025 di Kudus,” ujar Ego.
Lebih lanjut, Ego menegaskan bahwa hasil Kejurprov akan dijadikan dasar BK Porprov 2026.
Dirinya juga mendorong kabupaten/kota yang belum memiliki kepengurusan Persambi agar segera membentuknya demi memperluas pembinaan atlet.
“KONI bersama seluruh cabang olahraga wajib menjaga kebersamaan. Kita ingin prestasi sambo tidak hanya bergaung di level nasional, tapi juga mengakar hingga ke daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, sambo telah memberi kontribusi medali pada ajang-ajang bergengsi, termasuk PON sebelumnya.
Karena itu, ia berharap para atlet bertanding dengan penuh semangat, sementara wasit dan juri menjalankan perannya secara profesional.
“Prestasi anak-anak ini milik kita semua, dari pemerintah hingga orang tua atlet. Semoga kejuaraan berjalan lancar dan melahirkan juara-juara baru untuk Kaltim,” pungkas Ego.
[anr|anl|adv diskominfo kaltim]
