GAR ITB Tuding Din Syamsuddin Radikal, IMM Kutim Sebut Manifestasi Islamofobia

Infokaltim.id, Sangatta – Tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin yang dilontarkan oleh GAR ITB adalah suatu bentuk penghinaan sekaligus merupakan tindakan pembodohan kepada publik terutama warga Muhammadiyah.

Menurut Kevin salah satu unsur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kutai Timur, Din Syamsuddin adalah seorang tokoh Islam internasional bahkan sering berbicara di depan Sidang Umum PBB menyuarakan Moderasi Islam.

Sikap kritis Pak Din pada rezim seharusnya dilihat sebagai pil pahit yang bisa menyelamatkan bangsa ini” ungkap Kevin, Rabu (16/2/2021)

Jika semua sikap kritis pada kezaliman dan menyuarakan kebenaran disamakan dengan radikalisme, maka semua harus radikal untuk kebaikan bersama.

Kevin selaku ketua Bidang Kader IMM Kutim meyakinkan bahwa mayoritas masyarakat tidak akan percaya bahwa Pak Din adalah radikal dalam pemahaman yang umum.
Menurutnya, kasus ini semakin menegaskan pada masyarakat bahwa isu radikalisme kerap dijadikan komoditas politik, bahkan alat pemecah belah bangsa.

Saya heran, kenapa isu radikalisme seringkali garang menyasar umat Islam, padahal kita tahu ada banyak tindakan radikalisme lain yang jauh lebih membahayakan keutuhan negeri ini, seperti gerakan separatisme dan rasisme , ini yang seharusnya kita selesaikan” pungkas Kevin

Lebih lanjut, dia menyebutkan tuduhan terhadap Din Syamsuddin sebagai radikal punya konsekuensi yang besar dan luas, dapat dikatakan suatu bentuk ketakutan terhadap Islam atau Islamofobia, itu sama saja menuduh Muhammadiyah dan MUI sebagai radikal. Pasalnya Din Syamsuddin cukup lama menjadi Ketum Dewan Pertimbangan MUI selain pernah menjabat Ketua PP Muhammadiyah dua periode.

Bahkan Din Syamsuddin pernah diminta Jokowi sebagai utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, dan pernah mendatangkan Grand Syaikh Al-Azhar Mesir bersama para pemuka agama-agama dari seluruh dunia di Jakarta. Lalu Din Syamsuddin juga diundang beberapa kali ke Al-Azhar untuk menyampaikan tentang moderasi Islam dan pengalaman kerukunan beragama di Indonesia yang berbasis Pancasila.

Pak Din itu selalu dengan bangga mengkampanyekan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di luar negeri, agar dunia internasional mencontoh Indonesia, lalu kalau Pak Din dianggap radikal maksudnya apa?” tandas kevin

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Dwi Yoga Zakaria selaku Sekertaris Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kutim. Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh Din Syamsuddin kepada pemerintah tidak bisa dikategorikan sebagai radikal. Jstru dengan kritik itu Dim Syamsuddin ingin membawa kesadaran masyarakat pada hal-hal yang benar.

[SDH]