Infokaltim.id, Tenggarong– Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan akan mengawal langsung pembangunan sisa tiga kilometer Jalan Pelita di Kecamatan Loa Janan agar masuk dalam program prioritas anggaran tahun depan.
Jalan Pelita adalah jalur penghubung vital antara Desa Purwajaya dan Desa Loa Duri Ilir yang hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Hal ini disampaikan Yani saat melakukan reses di Desa Purwajaya belum lama ini, setelah menerima keluhan warga mengenai kondisi jalan tersebut.
“Jalan Pelita ini fungsinya sangat vital. Sayangnya, masih ada tiga kilometer yang belum selesai, dan itu sangat dirasakan dampaknya oleh warga,” ucap Yani.
Kondisi jalan yang belum maksimal itu dinilai menghambat mobilitas warga antarwilayah, khususnya untuk keperluan ekonomi, pendidikan, serta akses utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.
Ahmad Yani menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan, terutama yang menyangkut kepentingan lintas desa, tidak bisa lagi ditunda.
“Kita harus perjuangkan ini agar tahun depan bisa masuk skema anggaran. Konektivitas antardesa penting untuk pemerataan pembangunan,” katanya.
Selain mengawal di tingkat DPRD, Yani juga meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk aktif menyuarakan kebutuhan pembangunan ini melalui forum Musrenbang untuk memastikan tidak ada tumpang tindih program dan penganggaran berjalan efektif.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pendukung seperti drainase dan jembatan kecil juga penting untuk memperlancar arus kendaraan dan mencegah kerusakan dini akibat genangan air.
Setelah tuntasnya seluruh ruas Jalan Pelita nanti, Ahmad Yani berharap aktivitas ekonomi masyarakat akan lebih hidup dan memperkuat hubungan antarwilayah yang selama ini terhambat.
“Kita di DPRD Kukar akan terus mengawal sampai pembangunan jalan ini benar-benar tuntas,” tegasnya.
[rfr|anl|Adv DPRD Kukar]
