Infokaltim.id, Penajam- Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terbanyak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang 2026.
Berdasarkan data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU hingga 31 Agustus 2026, tercatat 49 kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Penajam.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga kecamatan lainnya. Kecamatan Babulu mencatat 22 kejadian, Kecamatan Sepaku sebanyak 8 kejadian, sedangkan Kecamatan Waru sebanyak 5 kejadian.
Secara keseluruhan, BPBD PPU mencatat 84 kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten PPU sejak Januari hingga akhir Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Penajam menyumbang lebih dari separuh kejadian, dengan total luasan lahan terbakar mencapai sekitar 43,92 hektare.
Sementara itu, total luasan lahan yang terdampak Karhutla di seluruh wilayah PPU mencapai 89,15 hektare.
Tingginya angka kejadian di Kecamatan Penajam juga terjadi di tengah meningkatnya kasus Karhutla pada Agustus. Dari 84 kejadian yang tercatat sejak awal tahun, sebanyak 62 kejadian terjadi sepanjang Agustus 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan ancaman Karhutla masih cukup tinggi, khususnya ketika kondisi lahan mulai kering dan api lebih mudah menjalar.
Memasuki September, sejumlah kejadian kembali terjadi. Salah satunya berada di kawasan Jalan Pondok Belanda yang masuk wilayah Sungai Parit dan Nipah-Nipah. Kebakaran di kawasan tersebut sempat berlangsung selama beberapa hari dan membutuhkan penanganan tim gabungan.
Tidak berhenti di sana, kejadian Karhutla juga dilaporkan muncul di wilayah Gunung Seteleng pada awal September. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api kembali menjadi perhatian, terutama di wilayah Kecamatan Penajam yang sepanjang tahun mencatat jumlah kejadian tertinggi.
Penanganan Karhutla dilakukan oleh petugas gabungan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi bagian penting untuk menekan bertambahnya kejadian.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan berdampak terhadap kawasan permukiman maupun fasilitas umum di sekitarnya.
Dengan catatan 49 kejadian hingga akhir Agustus, Kecamatan Penajam kini menjadi wilayah yang paling banyak menghadapi kejadian Karhutla di PPU sepanjang 2026. Angka tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kewaspadaan terhadap kebakaran lahan masih perlu ditingkatkan, terutama saat kondisi cuaca dan lahan mendukung terjadinya kebakaran.
[ihf|anl|adv kmf ppu]
