Selasa, Juli 21, 2026
BerandaBeritaBaba Sebut Honor Guru Honorer Dinilai Terlalu Rendah, Usulan Kenaikan Mengemuka

Baba Sebut Honor Guru Honorer Dinilai Terlalu Rendah, Usulan Kenaikan Mengemuka

Infokaltim.id, Samarinda– Persoalan kesejahteraan tenaga pendidik kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menekankan pentingnya peningkatan honor bagi guru honorer di sekolah swasta agar tidak terjadi ketimpangan dengan guru negeri.

Menurut Baba, besaran honor yang saat ini diterima guru swasta berdasarkan petunjuk teknis (juknis) pemerintah masih jauh dari layak.

“Banyak aspirasi yang masuk. Ada permintaan agar honor dinaikkan, atau minimal diberikan biaya tambahan khusus. Bahkan sejumlah usulan meminta disetarakan pada kisaran Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan,” jelas Baba.

Ia menilai perbedaan honor antara guru negeri dan swasta terlalu mencolok.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan dan menurunkan motivasi para tenaga pendidik di sekolah swasta.

“Kesenjangannya sangat jauh. Jika dibiarkan, maka akan ada ketidakadilan dalam dunia pendidikan. Kita mendorong ada perbaikan agar tidak ada lagi disparitas yang merugikan guru swasta,” tegasnya.

Meski begitu, Baba menyadari kebijakan peningkatan honor harus memperhitungkan kondisi keuangan daerah.

Karena itu, DPRD Kaltim akan menunggu kajian resmi dari pemerintah provinsi mengenai skema yang memungkinkan.

“Tentu saja penentuan besaran honor akan sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Jika memungkinkan, tentu sangat baik jika bisa dinaikkan,” katanya.

Lebih lanjut, Baba menekankan bahwa guru swasta memiliki peran strategis dalam pendidikan di Kaltim.

Banyak daerah yang belum sepenuhnya dijangkau sekolah negeri, sehingga keberadaan sekolah swasta dan para gurunya menjadi penopang utama keberlangsungan pendidikan.

“Guru swasta adalah ujung tombak di lapangan. Mereka mengemban misi yang sama dengan guru negeri dalam mendidik anak-anak bangsa. Karena itu, sudah sepantasnya kesejahteraan mereka juga diperhatikan secara adil,” pungkasnya.

DPRD Kaltim berharap, dorongan ini dapat ditindaklanjuti Pemprov Kaltim dengan merumuskan kebijakan yang lebih proporsional.

Dengan begitu, tidak ada lagi kesenjangan mencolok dalam penghargaan terhadap tenaga pendidik, baik yang mengabdi di sekolah negeri maupun di sekolah swasta.

RELATED ARTICLES

Most Popular