Infokaltim.id, Samarinda– Keberadaan sekolah swasta kembali mendapat sorotan dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fadly Imawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya memusatkan perhatian pada sekolah negeri, sementara sekolah swasta dibiarkan menghadapi keterbatasan sendiri.
“Peran sekolah swasta sangat vital. Mereka butuh intervensi nyata dari pemerintah, khususnya dalam bentuk alokasi anggaran yang terukur,” ujar Fadly usai rapat bersama mitra kerja.
Menurutnya, sekolah swasta selama ini menjadi penyangga penting dalam sistem pendidikan. Kapasitas sekolah negeri terbatas, sementara jumlah peserta didik terus meningkat setiap tahun.
Kondisi tersebut membuat sekolah swasta harus menampung ribuan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Artinya, sekolah swasta bukan sekadar pelengkap. Mereka bagian dari penopang utama dunia pendidikan di Kaltim,” tegasnya.
Fadly menilai, bentuk dukungan pemerintah bisa diwujudkan melalui beragam skema, mulai dari subsidi gaji tenaga pengajar, penyediaan fasilitas pembelajaran, hingga program bantuan operasional yang langsung menyasar kebutuhan sekolah.
Langkah ini diyakini tidak hanya menjaga keberlangsungan sekolah swasta, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan berjalan merata di seluruh wilayah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.
Menurut Fadly, kelompok rentan ini harus mendapat jaminan penuh agar hak mereka memperoleh pendidikan tidak terhambat persoalan biaya.
“Kalau bicara anak-anak dari keluarga miskin, negara wajib hadir. Subsidi dan bantuan operasional harus disalurkan agar mereka tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Fadly menambahkan, jika pemerintah konsisten memberikan dukungan, maka sekolah swasta akan mampu berdiri sejajar dengan sekolah negeri.
Kehadiran keduanya akan saling melengkapi dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
“Kalau kebijakan ini benar-benar dijalankan, pendidikan di Kaltim akan lebih adil. Baik sekolah negeri maupun swasta, semua anak punya peluang sama untuk mengakses pendidikan yang layak,” pungkasnya.
