Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaDPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Aset Daerah dengan Skema Sewa untuk Tingkatkan PAD

DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Aset Daerah dengan Skema Sewa untuk Tingkatkan PAD

Infokaltim.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, meminta Pemerintah Provinsi Kaltim lebih serius menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) di luar sektor yang selama ini menjadi andalan.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah memaksimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah melalui skema penyewaan.

Ananda menilai, masih banyak aset daerah yang belum dikelola secara optimal sehingga belum memberikan kontribusi signifikan terhadap kas daerah.

Padahal, jika dikelola dengan perencanaan yang matang serta sistem yang profesional, aset-aset tersebut berpotensi menjadi sumber pemasukan yang berkelanjutan.

“Daerah sebenarnya memiliki banyak aset strategis yang bisa dimanfaatkan. Jika pengelolaannya lebih tertata, kontribusinya terhadap PAD tentu akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, pendapatan dari sektor penyewaan aset memang sudah ada, namun nilainya masih tergolong kecil.

Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi dan peningkatan sistem pengelolaan aset agar lebih produktif.

Beberapa aset besar milik Pemprov Kaltim disebut memiliki potensi ekonomi yang besar, di antaranya Stadion Kadrie Oening di Sempaja dan Stadion Palaran.

Menurut Ananda, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari event olahraga, konser musik, hingga kegiatan publik berskala besar yang mampu mendatangkan pendapatan tambahan bagi daerah.

Selain aset berskala besar, ia juga menyoroti aset-aset kecil yang kerap terabaikan. Area parkir, kantin, serta kios-kios di lingkungan aset pemerintah dinilai memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara transparan, tertib administrasi, dan tercatat dengan baik.

Meski terlihat kecil, akumulasi dari aset-aset tersebut diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

Ananda menambahkan, optimalisasi aset daerah perlu diiringi dengan penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD).

Sinergi antara pengelolaan aset dan BUMD dinilai dapat menciptakan tata kelola yang lebih profesional sekaligus membuka peluang pemanfaatan aset secara lebih produktif.

Ia berharap pemerintah provinsi segera menyusun pola pengelolaan aset yang lebih efektif dan terukur.

Dengan demikian, seluruh aset daerah, baik yang berskala besar maupun kecil, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Katim.

[anr|anl|ads dprd kaltim]

RELATED ARTICLES

Most Popular