Infokaltim.id, Samarinda– Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai semangat Kartini secara tepat dan proporsional. Menurutnya, emansipasi perempuan yang diperjuangkan Kartini tidak seharusnya diartikan sebagai pergeseran peran perempuan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Pandangan itu ia sampaikan di Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin (20/4/2026), sehari menjelang peringatan Hari Kartini. Samri menilai, belakangan ini pemaknaan Hari Kartini kerap melenceng dari substansi perjuangan Raden Adjeng Kartini yang sejatinya memperjuangkan hak perempuan atas pendidikan dan kehormatan martabat, bukan sekadar kebebasan mengambil alih peran laki-laki.
“Perempuan itu harus ditempatkan di tempat yang terbaik sebagai pencetak dan yang melayarkan generasi-generasi muda. Memaknai hari Kartini itu bukan kemudian emansipasi wanita lalu perempuan itu berubah fungsi sebagai tulang punggung keluarga, tapi dia sifatnya membantu suami,” ujar Samri.
Samri menyebut, fenomena yang justru kini banyak terjadi adalah kondisi terbalik di mana perempuan menjadi pencari nafkah utama sementara suami hanya berdiam diri di rumah. Menurutnya, kondisi seperti itu tidak bisa serta-merta dijadikan representasi semangat Kartini masa kini. Ia menekankan bahwa perempuan yang memilih bekerja atau berkarier tidak salah, namun peran utama perempuan sebagai penjaga keluarga dan pendidik generasi muda tetap harus dijaga dan dihormati.
Politisi PKS ini juga menegaskan bahwa perjuangan Kartini pada intinya adalah soal kesetaraan akses terhadap pendidikan dan pengakuan harkat perempuan sebagai manusia yang bermartabat, bukan soal berlomba mengambil alih peran gender. Menurutnya, perempuan yang kuat adalah yang mampu mendidik generasi penerus bangsa dengan baik di dalam keluarga, dan itu adalah peran yang justru paling strategis dan paling mulia dalam pandangannya.
Peringatan Hari Kartini setiap tahunnya dirayakan secara nasional untuk mengenang perjuangan RA Kartini yang lahir pada 21 April 1879. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Jawa dan pelopor emansipasi wanita di Indonesia melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Samri berharap peringatan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni seremonial semata, tetapi menjadi momentum refleksi mendalam tentang bagaimana menempatkan perempuan Indonesia pada posisi yang paling mulia dan bermartabat sesuai dengan kodrat serta kontribusi terbaiknya bagi bangsa.
[Ary|Anl|Adv]
